Usai Mogok Produksi, Harga Tempe dan Tahu Naik

klikjatim.com
Harga Naik: Para perajin tahu dan tempe di Desa Sepande, Kecamatan Candi kembali berproduksi usai mogok selama tiga hari.

KLIKJATIM.Com I Sidoarjo—Usai berhenti produksi selama tiga hari sebagai bentuk protes atas melejitnya harga kedelai, hari ini sentra perajin tempe dan tahu di Desa Sepande, Kecamatan Candi kembali produksi. Namun, harga ‘makanan pokok’ tersebut mengalami kenaikan.

[irp]

Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron

Hal tersebut dibenarkan perajin tahu, Muhammad Farid. ‘Naiknya sekitar Rp 2 ribu. Awalnya satu kotak tahu kita jual Rp 27 ribu namun hari ini naik menjadi Rp 29 ribu,” tutur Farid, Senin (4/1/2021).

Untuk satu kotak tahu, Farid bisanya memotongnya menjadi 36 buah. Namun kini para pedagang memotongnya menjadi 38 hingga 40 buah.  

Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur

Farid mengatakan, saat ini harga kedelai di kisaran Rp 9 ribu per kilo. “Naiknya hampir 30 persen. Dahulu sebelum ini harganya Rp 7 ribu. Sangat memberatkan,” imbuh Farid. Dalam sehari, Farid membutuhkan kedelai sedikitnya 4,5 kwintal.

Sementara itu, salah seorang perajin tempe Karlim menjelaskan, Ia terpaksa menaikkan harga jual tempe. “Biasanya perbatang saya jual Rp 8 ribu, namun terpaksa kami naikkan menjadi Rp 10 ribu,” ujar pria yang sehari-hari berjualan di Pasar Krian ini.

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

Karlim melanjutkan, harga jual tempe tersebut merupakan kesepakatan seluruh pedagang tempe di Pasar Krian. “Kami berharap, harga kedelai segera normal kembali. Kami berharap pemerintah mengambil langkah cepat untuk menstabilkan kedelai karena sampai saat ini masih impor,” jelas Kalim yang telah menjadi produsen tempe sejak tahun 1977 ini. (mkr)

Editor : Satria Nugraha

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru