Setahun 26 Warga Bojonegoro Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro--Selama tahun 2020 sebanyak 26 orang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Mereka memilih mengakhiri hidup dengan jalan pintas disebabkan frustasi dan akibat menderita sakit yang berkepanjangan.

[irp]

Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron

Data tersebut seperti yang dipaparkan Polres Bojonegoro. Jumlah tersebut terbilang lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Di tahun 2019 lalu, terdapat 40 kasus orang gantung diri hingga meninggal di Bojonegoro.

"Mereka nekat mengakhiri hidupnya karena frustasi menghadapi kehidupan. Ada juga yang disebabkan penyakitnya lama tidak sembuh," kata Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia saat konferensi pers akhir tahun, Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur

Selain orang meninggal karena bunuh diri, orang yang meninggal di jalan raya akibat kecelakaan lalu lintas di Bojonegoro tercatat juga masih di angka 100 orang lebih. Tahun ini tercatat 110 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.

"Sementara tahun 2019 lalu ada 117 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas," terang Eva.

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

Eva menerangkan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Bojonegoro secara keseluruhan menurun. Perbandingannya di tahun 2019 terdapat 1.873 kecelakaan lalu lintas. Sementara di tahun 2020 ini jumlahnya menurun di angka 1.206 kecelakaan.

"Angka kecelakaan menurun dikarenakan kesadaran berlalu lintas warga Bojonegoro semakin meningkat. Selain itu juga karena masa pandemi covid-19 sehingga tingkat mobilitas warga di jalan akhirnya menurun," papar dia. (mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru