KLIKJATIM.Com | Tuban--Darsim (65) asal Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Nyawanya tak terselematkan meski aksi bunuh dirinya sempat diketahui anak dan istrinya.
[irp]
Baca juga: Dukung Program Presiden, Wabup Alif Resmikan SPPG GMMS yang Diberdayakan Relawan Lokal
Diduga, Darsim memilih gantung diri lantaran depresi. Sebelum bunuh diri tanda-tanda aneh sudah tampak pada diri korban. Mulai menyatakan diri kepada istrinya ingin mati. Hingga meminta maaf kepada seluruh perangkat desa setempat.
Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Yoan Septi Hendri menjelaskan, awalnya korban keluar rumah melalui pintu samping menuju kandang kambing miliknya yang sekaligus dijadikan dapur. Karena tak seperti biasanya korban seperti itu, sang istri Rusiyem (59) pun curiga dengan gelagat suaminya tersebut. Sehingga dia langsung mencari keberadaan korban beberapa saat kemudian.
"Istri korban curiga dan sesaat kemudian mencari suaminya ke dapur," ujar AKP Yoan.
Namun, ketika istri korban sampai di dapur, ia melihat suaminya sudah tergantung di blandar dengan kaki menendang-nendang. Seketika itu Rusiyem berteriak histeris dan meminta pertolongan. Selanjutnya, anak kandung korban datang dari rumahnya yang berada di samping rumah.
Baca juga: Jaga Stok Darah Awal Tahun, Ratusan Karyawan KEK JIIPE Gresik Gelar Aksi Donor Darah
"Melihat ayahnya tergantung, anak kandung korban berusaha menolong dengan dibantu dua orang tetangganya," imbuhnya.
Sesaat setelah diturunkan, korban masih bernapas dan bergerak. Namun sayang, setelah dibaringkan di tempat tidur dan menghubungi tim medis setempat, korban akhirnya meninggal dunia. Korban diduga mengalami depresi. Hal ini dikuatkan pengakuan sang istri, bahwa suaminya beberapa hari belakangan ini ngelantur ingin mati.
"Dari keterangan istri dan keluarga, korban mengalami depresi, korban berpamitan kepada semua perangkat desa," imbuhnya.
Baca juga: Konvoi Bawa Sajam dan Resahkan Warga, 20 Oknum Pendekar di Sidoarjo Diringkus Polisi
Dari hasil pemeriksaan dari Polsek Kerek dan Puskesmas Gaji, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban dipastikan meninggal karena gantung diri dengan dibuktikan tulang leher korban patah, lidah menjulur, dan mengeluarkan cairan dari alat vitalnya. Pihak keluarga tidak menginginkan dilakukan autopsi pada jenazah.
"Kematian korban identik mati karena gantung diri dengan dikuatkan tingkah laku korban yang menginginkan mati," pungkasnya.
Sementara jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan dengan menyertakan surat keterangan dan mengetahui kepala desa setempat. (hen)
Editor : M Nur Afifullah