KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Sejumlah pabrik tahu di Bojonegoro terancam gulung tikar. Ini seiriang denganharga kedelai impor di pasaran melonjak. Semula Rp. 6.500 per kilogram, kini menjadi Rp. 9. 200 per kilogram. "Saya harap pemerintah harus berbuat sesuatu agar teman teman produksi tahu ini bisa menghidupi keluarga dan karyawan," ungkap Ketua paguyuban Tahu Ledok Kulon Bojonegoro, Pranyoto, Senin (28/12/2020)
[irp]
Baca juga: Harga Kedelai Tembus Rp9.500, Pengrajin Tempe di Jember Kurangi Ukuran
Pranyoto mengatakan, dengan naiknya harga kedelai impor tersebut sangat berdampak saat produksi. Dikarenakan harga jual dan beli tidak sebanding. Pada bulan November harga masih stabil Rp. 6.500 per kilogram, kemudian Rp. 8 500 dan sekarang harga kedelai perkilo mencapai Rp. 9. 200 ribu Rupiah.
Naiknya harga kedelai ini membuatnya mengurangi volume produksi. Sebelum ada kenaikan harga produkasi bisa mencapai 3 kwintal lebih. Tapi turun menjadi 1,5 kwintal. Sedangkan di kelurahan Ledok Kulon ini ada 159 pengusaha tahu, setiap harinya butuh 15 Ton kedelai.
Kemudian, harga minyak gorengpun naik yang biasanya Rp. 9.000 sekarang menjadi Rp. 13.000. "Kami tetep produksi tapi, dengan kenaikan itu tidak ada perubahan malah kurang, semoga harga kedelai dan minyak goreng bisa turun kembali," katanya
Baca juga: Baru Diperbaiki, Proyek Pelindung Bengawan Solo Rp40 Miliar di Bojonegoro Kembali Ambrol
Sementara itu dalam mediasi yang di hadiri 30 perwakilan pengusaha tahu yang dilakukan di Balai kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro ini dihadiri Dinas Perdagangan Bojonegoro, Camat Bojonegoro dan Bu Lurah. Dalam arahannya tersebut para pengusaha diminta untuk membuat surat pernyataan agar nantinya bisa dikordinasikan pihak terkait.
"Kami akan tampung aspirasi ini, karena masalah kenaikan kedelai bukan di Bojonegoro saja melainkan sekala nasional," ujar Sekertaris Dinas Perdagangan Ahmadi
Ahmadi menambahkan adanya surat pernyataan tersebut akan dikaji dinas perdagangan. Pihaknya tidak bisa melakukan intervensi pasar kedelai impor dari Amerika ini menjadi kewenangan kementrian perdagangan.
Baca juga: Lewat SAPA BUPATI, Warga Sampaikan Jalan Rusak dan PJU, Bupati Bojonegoro Instruksikan Tindak Lanjut
"Kami tetep akan berusaha agar pengusaha tahu di Bojonegoro tetap produksi dan harga kedelai turun," jelasnya.
Sedangkan Kades Ledok Kulon Bojonegoro Siti Zumrotin Najiati juga berharap, agar harga kedelai ini bisa turun dan warga bisa tetap produksi lagi seperti biasa. (rtn)
Editor : M Nur Afifullah