KLIKJATIM.Com | Probolinggo - Dua kelompok pengendara sepeda motor (geng motor) di Kota Probolinggo terlibat tawuran di Taman Maramis, Kamis malam. Akibat tawuran ini, Diki (25) dan Muhammad Hamzah (26) warga Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, terpaksa dirawat di rumah sakita karena menderita luka bacok akibat tebasan celurit kelompok lawan. Selain luka, sepeda motorDiki dibawa kabur pelaku pengeroyokan.
[irp]
Baca juga: Satreskrim Polres Probolinggo Kota Ringkus 2 Begal Truk Lumajang
Menurut saksi mata, tawuran itu terjadi di Taman Maramis, Kelurahan Kanigara, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Salahsatu korban Muhammad Hamzah mengungkapkan, saat kejadian dia berboncengan dengan Diki mengendarai motor melintasi jalan di depan Taman Maramis. Tanpa disangka, dari ara belakang muncul sekelompok pemotor menggeber knalpot. Tidak hanya blayer, kelompok yang tidak dikenal ini menyerang mereka dengan celurit. Akibatnya, Hamzah dan rekannya Diki terkena sabetan celurit.
“Jadi mereka langsung menyerang begitu saja. Karena bawa sajam, kami melarikan diri dan motor Diki ditinggal di lokasi. Saat kami kembali, motor Diki sudah hilang dibawa komplotan pemotor tersebut,” kata Hamzah saat menjalani perawatan di IGD RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota Iptu Joko Murdiyanto menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa empat saksi serta olah TKP setelah kejadian. “Kami sudah memeriksa empat saksi, yakni Hamzah, orang tuanya, serta dua temanya. Diki yang dirawat di RSUD Waluyo Jati belum kami periksa,” kata Joko, Jumat (11/12) pagi.
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
Hasilnya menurut dia, kejadian itu bermula dari aksi blayer dua kelompok pemotor. Awalnya korban bersama lima rekannya bersepeda motor melintas di taman maramis. Lalu dari arah selatan atau berlawanan ada sekelompok pemotor lain dengan jumlah lebih banyak. “Jumlahnya tidak diketahui. Namun, motornya saja ada sekitar enam motor dan beberapa di antaranya ada yang berboncengan tiga,” tambahnya.
Kemudian mereka saling blayer. Kedua kelompok tersebut berpisah dan melanjutkan perjalanan masing-masing. Tanpa disengaja, kedua kelompok ini bertemu kembali di Taman Maramis. Lalu terjadilah aksi blayer kedua kalinya, serta diikuti aksi tawuran.
“Karena kelompok korban ini lebih sedikit dibandingkan kelompok satunya, apalagi ada dua orang yang membawa sajam, maka kelompok korban melarikan diri. Ada dua motor motor yang ditinggal saat melarikan diri. Yakni motor yamaha Vixion milik Hamzah dan motor Honda Beat milik Diki,” tandas Iptu Joko.
Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah
Karena dua motor tertinggal, beberapa rekan korban kembali ke lokasi tawuran. Saat itu motor milik Hamzah masih ada. Sementara motor Diki tidak ada, dibawa sekelompok pemotor itu. “Usai ambil motor, Hamzah diantar teman-temannya ke RSUD Mohamad Saleh lantaran kena celurit di punggung. Sementara Diki yang kena celurit di kepala dirawat di RSUD Waluyo Jati,” teranngya. (hen)
Editor : Redaksi