KLIKJATIM.Com | Pasuruan - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berharap, ketua pramuka nantinya yang terpilih bukan dari pengurus partai politik (Parpol). Alasannya, pramuka itu bukan organisasi politik dan milik semua golongan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak Pramuka Ambil Peran Nyata di Sektor Pangan dan Pembangunan Daerah
[irp]
Hal itu disampaikannya usai hadir dalam Pelantikan Majelis Pembimbing Cabang, Lembaga Pemeriksa Keuangan dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pasuruan masa bakti 2019 - 2024. Gus Ipul mengatakan kedepan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur terpilih bukan figur yang aktif dalam organisasi politik.
"Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur ke depan harus punya waktu, dan tidak punya urusan lain. Jadi bisa fokus mengurus pramuka," katanya.
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
Maka dari itu, sambung Gus Ipul, penerusnya nanti bukan pengurus yang memiliki afiliasi dengan partai politik. Jangan sampai, Pramuka dibawa ke urusan politik. "Jadi pramuka bisa berkembang. Kalau pengurusnya itu pengurus yang juga merangkap pengurus partai politik ini yang repot, pasti pramuka dibawa - bawa ke politik," ujar dia.
Sekadar diketahui, Gus Ipul menjadi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur selama dua periode sejak tahun 2010.
Saat dilantik sebagai Ketua, Gus Ipul memang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, tapi tidak terlibat dalam urusan partai politik.
Baca juga: Marak Dugaan Pungli, Dispendik Pasuruan Didemo
Sehingga, ia pun bisa fokus mengurus pramuka di Jawa Timur sampai sekarang. Masa jabatan Gus Ipul sebagai Ketua berakhir Desember ini.
Rencananya, pada pertengahan Desember mendatang, akan ada musda pengurus Pramuka Jawa Timur untuk mencari ketua baru pengganti Gus Ipul. Sejauh ini, ada dua nama besar yang masuk dalam bursa Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur. Mereka adalah Arum Sabil dari kalangan pengusaha, dan Emil Dardak sebagai Plt Ketua Partai Demokrat Jawa Timur. (hen)
Editor : Redaksi