Perkembangan Covid-19 Kabupaten Jember, Satgas : Kenali Penyebab Faktor Kematian

klikjatim.com
Gatot Triyono, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember – Angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Jember terus meningkat. Penting bagi masyarakat mengenali penyebabnya.

Baca juga: Dihantam Ombak, Pemancing Jember Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan Pantai Payangan

[irp]

“Penyebab faktor kematian akibat korona, dikarenakan pasien-pasien yang datang ke rumah sakit dalam keadaan kritis, sehingga tidak dapat tertolong,” terang Gatot Triyono, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jember saat konferensi pers secara virtual.

Pria yang juga Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika itu juga menyampaikan, banyak pasien yang sebelumnya menyepelekan gejala-gejala ringan yang diderita dan tidak segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau sudah parah, baru mereka periksa ke fasilitas kesehatan dalam kondisi yang sudah sulit ditolong, rata-rata seperti itu,” terangnya.

Baca juga: TPA Pakusari Penuh, Pemkab Jember Larang Sampah Organik Masuk Mulai 1 Juni 2026

Selain itu, di masyarakat terbangun stigma, kalau periksa ke rumah sakit akan dicovidkan. Gatot menegaskan, stigma ini yang perlu diubah oleh masyarakat. “Supaya ketakutan-ketakutan tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Berbagai cara telah dilakukan Satgas Covid-19 agar masyarakat mengetahui betapa pentingnya mengenali penyebab faktor kematian akibat korona, karena angka kematian masih terus meningkat di Kabupaten Jember.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg Langka di Jember: Pemkab Gelar Pasar Murah dan Ancam Cabut Izin Usaha Nakal

“Kami akan terus melakukan sosialisasi, baik melalui tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk membantu satgas memberikan imbauan dan mengedukasi masyarakat, supaya masyarakat tidak takut lagi periksa ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ringan,” pungkasnya.

Data kematian baru disebabkan Covid-19 pada Rabu, 02 Desember 2020, sampai pukul 13.00, tercatat 5 pasien. Sementara sembuh baru sebanyak 123. Meski demikian, penambahan terkonfirmasi positif masih tinggi, yakni 89 kasus. (bro)

Editor : Abdus Syukur

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru