KLIKJATIM.Com I Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya dibuat bimbang terkait pembelajaran tatap muka. Hal ini setelah ada kabar sejumlah siswa terpapar Covid-19.
[irp]
Baca juga: Tragedi di Perlintasan KA Kalitidu, Pria Asal Sumatera Selatan Tewas Tertemper KA Gumarang
Kabag Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, sebanyak 36 pelajar SMP dinyatakan positif Covid-19. Puluhan pelajar yang positif itu termasuk dari ribuan pelajar di 17 sekolah yang beberapa hari lalu dilakukan tes swab massal sebagai salah satu langkah persiapan sekolah tatap muka.
Febri mengungkapkan, dari 4.760 pelajar kelas IX di 17 SMP Surabaya, yang mengikuti tes swab sebanyak 3.627 pelajar. Pelajar lainnya, ada yang memilih tes swab mandiri dan ada yang orang tuanya belum setuju sekolah tatap muka. “Dari data itu, kita cukup prihatin ternyata ada 36 pelajar positif. Ada sekitar 1 persen dari jumlah total,” ujar Febri dikutip dari laman suarasurabaya.net, Senin (30/11/2020).
Ditambahkan, karena tes swab ini untuk pencegahan Covid-19 sebagai persiapan sekolah tatap muka, maka pihaknya juga minta persetujuan orang tua dalam tahapan tes swab itu. “Kami menghormati, ada beberapa orang tua yang belum setuju sekolah tatap muka,” ujarnya.
Dengan hasil tes swab terdapat pelajar yang terkonfirmasi Covid-19, maka hal ini menjadi pertimbangan penting untuk evaluasi tim Satgas Covid-19, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan untuk persiapan sekolah tatap muka.
Baca juga: Uang Rp74 Juta Hampir Melayang, Warga Sampang Bongkar Modus Penipuan Minyak Goreng di Facebook
“Kami menyelenggarakan swab test bukan rapid test sehingga bisa membuka keterbukaan penanganan Covid-19. Kami sangat hati-hati. Ini menjadi kajian persiapan sekolah tatap muka,” imbuhnya.
Sementara itu, Supomo Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengungkapkan, dengan adanya pelajar terkonfirmasi Covid-19 ini maka rencana belajar tatap muka bakal dikaji kembali. Sebab, jika merujuk keputusan SKB (Surat Keputusan Bersama) Menteri, kewenangan terhadap pelaksanaan sekolah tatap muka itu dikembalikan kepada daerah masing-masing dan bisa dimulai 1 Januari 2021.
Sekadar diketahui, kasus aktif Covid-19 di Surabaya per 29 November kemarin berjumlah 69 kasus. Namun, di beberapa daerah lain di Jatim kasus kembali naik. Pemkot Surabaya terus berupaya menjaga Covid-19 tetap terkendali dengan terus menggelar operasi protokol kesehatan dan tes swab massal.
Baca juga: Bantu Siswa Tentukan Kampus Impian, MGBK Gresik Gelar Edu Fair 2026 yang Diikuti 3.800 Peserta
“Beberapa daerah di Jatim mulai bertambah, kami terus waspada. Pemkot Surabaya gencarkan tes swab, tadi pagi sekitar 200 orang lebih tes swab di pasar Pucang. Ayo, kencangkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi