KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Bupati Bojonegoro Anna Muawanah turun ke lapangan untuk memastikan penyebab banjir di wilayah Kecamatan Dande. Di antara penyebabnya, diketahui terjadi penyempitan sungai.
[irp]
Selain terjadi penyempitan sungai, beberapa bangunan ada yang berdiri di wilaya aliran sungai. Sehingga menghambat aliran air hingga menyebabkan terjadinya banjir.
“Kami meminta dinas terkait berkoordinasi dengan camat dan kepala desa untuk melakukan identifikasi berapa rumah yang harus dikembalikan sebagaimana fungsinya," ujar Bupati Bojonegoro Anna Muawanah di sela-sela turun lapangan di Desa Kunci dan Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Senin (30/11/2020).
Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025
Anna juga menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumberdaya Air untuk melakukan pelebaran sungai. Sebab, jika tak segera dilebarkan, banjir akan selalu menjadi ancaman warga di sekitar sungai.
"Saya harapkan kepada seluruh warga untuk bersama-sama dengan stakeholder terkait ikut menangani musibah banjir," pinta dia.
Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai
Dari data dihimpun, di Kabupaten Bojonegoro ada 10 desa tergenang air dari empat Kecamatan, yaitu Kecamatan Dander ada Desa Kunci, Sumberarum dan Growok. Lalu di Desa Sumberbendo, Kecamatan Bubulan. Kecamatan Malo empat desa, Petak, Tambakromo, Malo, Kacangan. Dan Kecamatan Kapas ada dua Desa, yaitu Desa Bangilan dan Kalianyar. (mkr)
Editor : M Nur Afifullah