KLIKJATIM.Com | Gresik - Jaringan Pemantau Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) bakal menerjunkan relawan melakukan pemantauan pada pilkada serentak 9 Desember mendatang. Para relawan juga dilatih untuk memantau setiap tahapan dan melaporkan dugaan pelanggaran. “Mereka juga mendaftarkan diri sebagai pemilih dan mengajak untuk mendaftarkan diri sebagai pemilih,” kata Kordinator JPPR Kabupaten Gresik Zainal Abidin, Minggu (29/11/2020).
[irp]
Baca juga: Sumirnya Legal Standing Kotak Kosong
Pembekalan relawan untuk Pilkada Gresik dilakukan di sebuah hotel dengan melibatkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gresik. Relawan mendapat pengarahan dalam pengawasan partisipatif. “ Dengan menyertakan pemuda untuk meningkatkan tingkat kepedulian para pemuda untuk demokrasi di Kabupaten Gresik,” katanya.
Baca juga: Aliansi Pemuda Pemudi Duduksampeyan Tolak Pilih Kotak Kosong, Ini Sederet Alasannya
Pada prinsipnya , tingkat partisipatif pengawasan bagi pemuda harus terbuka transparan dan tidak berpihak. Ini sangat penting dalam proses pembelajaran dan pendidikan politik, selain membuka ruang diskusi.
Komisioner Devisi Pengawasan dan Hubungan antar lembaga Bawaslu Gresik Muhammad Syafi' Jamhari memberi dukungan atas peran JPPR dalam upaya untuk meningkatkan partisipatif pengawasan pemilih bagi para pemuda dan mahasiswa di Gresik. " JPPR sendiri sudah sangat berpengalaman dan bisa menjadi pelajaran dan pijakan bagi para mahasiswa dan pemuda," imbuhnya.
Baca juga: Jelang Pilkada Gresik, Demokrat Mulai Panaskan Mesin Kader
Untuk diketahui, pendidikan pemilih dan pemantau ini melibatkan peserta dari Presiden BEM se Kabupaten Gresik dan tokoh pemuda organisasi seperti PC PMII, IMM, HMI, GMNI, IPNU, dan alumni sekolah kader partisipasi pengawasan (SKPP) Kabupaten Gresik. (rtn)
Editor : Redaksi