KLIKJATIM.Com I Probolinggo - Polres Probolinggo yang mendapatkan laporan tentang pencabulan yang dilakukan oknum ASN Pemkab Probolinggo, S, terus melakukan pengejaran. Pelaku asusila itu sudah kabur dan tidak diketahui posisinya.
[irp]
Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat
“Kami tengah mencari keberadaan pelaku berinisial S. Dia menghilang dan sampai saat ini tidak kami ketahui. Kami nyatakan yang bersangkutan buron,” sebut Kapolres Probolinggo, AKBP Ferdy Irawan.
S yang merupakan pegawai di Kecamatan Sumber tersebut sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencabulan Mawar yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.
Baca juga: Perkuat Bank Jatim, Gubernur Khofifah Gandeng Maybank Islamic Malaysia Bangun Ekosistem Halal Global
Peristiwa bejat itu bermula ketika pihak keluarga menitipkan Mawar -yang masih berusia 14 tahun tersebut- ke S yang merupakan pakdenya.
Keputusan orang tua Mawar menitipkan ke S lebih karena ingin permudah antar jemput ke sekolah. Sebab lembaga pendidikan Mawar dekat dengan tempat kerja S di kecamatan. Kepercayaan orang tua Mawar ternyata dimanfaatkan oleh pelaku untuk perbuatan tidak senonoh.
Baca juga: Pecahkan Rekor Sejarah! Misi Dagang Jatim di Malaysia Tembus Transaksi Rp15,25 Triliun
Setelah lama, kejadian ini terbongkar lantaran kecurigaan orang tua korban melihat perubahan sikap dan badan anaknya. Korban diperiksakan di bidan dan ternyata hamil. Korban didesak oleh orang tuanya untuk menunjukkan bapak biologis anak yang dikandung. Ternyata pelakunya tak lain adalah pakdenya sendiri. (hen)
Editor : Redaksi