E-Nak Wangi yang Menerima Penghargaan Bu Gubernur, Rekam Riwayat Hewan Sakit-sakitan atau Sehat

klikjatim.com
Kartu Ternak Elektronik Kabupaten Banyuwangi (E-Nak Wangi) terima penghargaan Kovablik Jawa Timur 2020.IST

KLIKJATIM.Com I Banyuwangi -  Kartu Ternak Elektronik  Kabupaten Banyuwangi (E-Nak Wangi)  meraih penghargaan TOP 30 Inovasi pelayanan public Jawa Timur 2020.  Kartu E-Nak ini, memberikan informasi data riwayat ternak sapi sebagai jaminan kesehatan ternak.   “Alhamdulillah, kami bersyukur  inovasi dari Banyuwangi kembali menorehkan prestasi. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bu Gubernur Khofifah  kepada Kepala Dinas Pertanian beberapa waktu lalu di Surabaya,” terang  Bupati Abdullah Azwar Anas , Senin (16/11/2020).

[irp]

Baca juga: Apresiasi Cinta Tanah Air, Gubernur Khofifah Undang Anak-Anak di Perayaan Anak Hebat Indonesia Kuat

Inovasi E-Nak Wangi ini bersaing dengan ratusan inovasi dari 36 kota/kabupaten di Jawa Timur.  Kartu e-Nak  digunakan untuk merekam perkembangan hewan ternak. Misalnya sapi yang terdaftar akan terpantau usia, data kepemilikan, kesehatan, hingga riwayat kehamilan. Sehingga peredaran dan perkembangan sapi akan terdata dengan baik. “Kartu e-Nak ini bisa diistilahkan sebagai sertifikatnya ternak. Kalau tanah yang bersertifikat tentunya lebih terjamin daripada yang belum bersertifikat. Begitu juga dengan ternak yang sudah memiliki e-Nak ini,” ujar Anas.

Sapi yang sudah terdata lalu dipasangi barcode yang dikalungkan di lehernya. Siapa pun bisa melihat riwayat sapi cukup dengan mengunduh aplikasi QR and Barcode Scanner di smartphone untuk mengetahui detail riwayat data sapi dan kepemilikan. Dengan memindai barcode yang dikalungkan di sapi, datanya akan muncul melalui website Pemkab Banyuwangi di Smartphone.

Baca juga: Kukuhkan 76 Anggota Paskibraka Jatim 2026, Gubernur Khofifah Tegaskan Amanah Jaga dan Perkuat Semangat NKRI

"Sapi tidak mungkin tertukar karena detail fisik sapi mulai dari tanduk, moncong, dan lainnya sudah difoto. Termasuk titik koordinat (berdasar GPS) keberadaan sapi itu sendiri," jelas Anas.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Banyuwangi, Arief Setiawan menjelaskan bahwa kartu ini memberi banyak keuntungan, baik untuk peternak maupun pembelinya. Bagi peternak, selain riwayat ternaknya tercatat rapi, mereka juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan hewan ternaknya.

Baca juga: Gelar Pasar Murah ke-93 di Nganjuk, Pemprov Jatim Dorong Pengendalian Inflasi dan Semarakkan Nasionalisme

Pembeli juga untung. pembeli ternak akan terhindar dari upaya penipuan. Karena riwayat kesehatan sapi akan terpantau melalui kartu tersebut. Misalnya pernah beranak berapa kali, pernah sakit, produktif atau tidak, dan lainnya. "Kartu kepemilikan ternak ini terkoneksi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK/e-KTP) pemilik,” jelas Arief.

Saat ini sebanyak 20.500 dari total 126 ribu ekor sapi di daerah telah terdata dalam e-Nak. Ditargetkan pada 2021 semua ternak sapi telah memiliki e-Nak.  Ditambahkannya, Kartu e-Nak ini juga terkoneksi dengan asuransi yang melindungi peternak dari kerugian saat sapi meninggal atau dicuri. Asuransi itu subsidi dari APBN. (rtn)

Editor : Apriliana Devitasari

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru