Ada Penjualan Tiket, Sosialisasi Rokok Ilegal di Pasuruan Jadi Sorotan

Reporter : Didik Nurhadi - klikjatim.com

Tiket masuk dalam kegiatan sosialisasi rokok ilegal di Pintu Langit. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Kegiatan sosialisasi rokok ilegal yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Pasuruan, di ruang terbuka pada dua pekan lalu mendapatkan sorotan. Sebab pelaksanaan kegiatan dengan sumber anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu diduga ‘nebeng’ agenda Festival Kopi Rhoma Irama & Soneta Group di obyek wisata Pintu Langit.

Bahkan, dalam kegiatan sosialisasi rokok ilegal dengan total nilai anggaran Rp150 juta itu terkesan komersial. Dugaan itu muncul karena para pengunjung atau masyarakat yang ingin masuk ke lokasi harus membeli tiket.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pusat Studi dan Advokasi Kebijakan (PUSAKA), Lujeng Sudarto. Dia pun mempertanyakan terkait penggunaan anggaran sosialisasi yang bertempat di obyek wisata milik salah satu kepala daerah tersebut. 

Apakah kegiatan dengan anggaran sekitar Rp150 juta itu sudah sesuai aturan? 

“Analisisnya terdapat potensi memperkaya pihak lain dengan memakai anggaran negara. Kegiatan sosialisasi semestinya tidak membayar, karena sudah dianggarkan,” kata Lujeng, Rabu (31/8/2022).

Lebih lanjut dia mendesak pihak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut kasus ini. “Karena ada indikasi korupsi,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Nurul mengatakan bahwa acara sosialisasi rokok ilegal telah dibarengkan dengan adanya acara di Pintu Langit. Dia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak ditanggung oleh Pemkab Pasuruan.

“Kebetulan ada momen Rhoma Irama tampil di sana, ada saran dari Bea Cukai untuk sosialisasi di ruang terbuka. Sedangkan untuk Pemkab sendiri hanya back up keamanan, konsumsi, dan lain-lain,” kata Nurul, pada Jumat (19/8/2022) lalu. (nul)