10 Tahun Sambari-Qosim Mengabdi, Kini Gresik Jadi Lebih Baik

Reporter : Redaksi - klikjatim

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Moch Qosim.

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Sambari-Qosim tak lama lagi akan mengakhiri masa pengabdian melayani masyarakat Kabupaten Gresik. Ini sekaligus menjadi tonggak bersejarah bagi Bupati Sambari Halim Radianto dan Wakil Bupati Mohammad Qosim. 10 tahun silam, pasangan SQ ini memegang tampuk kepemimpinan Kabupaten Gresik. Selama dasawarsa memimpin Kabupaten Gresik, banyak prestasi yang telah mereka torehkan.

Bukti prestasi duet Sambari dan Qosim yang akrab disebut SQ tak hanya berupa beragam penghargaan yang diterima, namun juga pembangunan fisik dan non fisik dengan pencapaian positif. Pun begitu juga dengan kinerja anggaran Kabupaten Gresik telah jauh melejit dari target rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Saat memulai pemerintahan pada 29 September 2010, APBD Gresik hanya berkisar Rp 923 miliar. Dalam sidang paripurna, DPRD Gresik menetapkan target APBD sebesar Rp 1,715 triliun yang harus dicapai selama lima tahun pemerintahan.

Pada penetapan APBD Gresik 2019 yang telah terealisasi sebesar Rp 3,119 triliun atau surplus 103 persendari target. ”Awalnya memang terasa berat. Namun, semuanya bisa diraih dengan kebersamaan dan kekompakan. Antara saya dengan pak Qosim tidak ada celah dan sekat,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto.

Selama era kepemimpinan SQ menjelang akhir periode kedua ini mampu menaikkan pendapatan hingga 3 kali lipat. ”Sekali lagi, keberhasilan ini karena kerja sama semua pihak, baik unsur forpimda (forum pimpinan daerah) serta dukungan masyarakat Kabupaten Gresik,” ujar Sambari Halim Radianto.

Dana APBD dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk berbagai pembangunan yang bermanfaat bagi warga. Saat awal menjabat pada 2010, SQ langsung menggebrak dengan membangun waduk seluas 50 hektare di Desa Sukodono, Kecamatan Panceng, untuk mengatasi kesulitan air irigasi dan keperluan usaha warga sekitar. Pembangunan disusul dengan megaproyek Bendung Gerak Sembayat (BGS) pada 2011 di Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, yang dibantu Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.

Bupati Sambari Halim Radianto dan Wabup Moch Qosim melihat proyek Bendung Gerak Sembayat di Desa Sidomukti Kecamatan Bungah.

Bendungan multifungsi seluas 87 hektare yang diproyeksikan bisa menampung 7 juta m3 air itu akan digunakan untuk menangkal banjir tahunan di wilayah daerah aliran sungai Bengawan Solo. Selama 10 tahun kepemimpinan di sektor kesehatan, SQ meningkatkan layanan puskesmas dengan revitalisasi gedung dan pelayanan di seluruh rumah sakit. Pengembangan RSUD Ibnu Sina dengan membangun gedung baru untuk menampung pasien lebih banyak. Kemudian di sektor pendidikan, Kemneterian Pendidikan telah menetapkan Kabupaten Gresik sebagai Leading Pilot Project pengelolaan Pendidikan nasional. Itu diberikan karena Kabupaten Gresik berhasil dalam menerapkan Standart Pelayanan Minimum (SPM).

Kemudian pada periode kedua yang dimulai 2015, gebrakan pemerintahan SQ dengan penyelesaian Bandara Harun Tohir di Pulau Bawean. Sejumlah landmark di Kota Gresik juga telah diselesaikan. Di antaranya Tugu Selamat Datang Kota Gresik di Segoromadu perbatasan Surabaya-Gresik dan di kawasan Bunder. Selanjutnya monumen keris Sumilang Gandring di simpang empat Sentolang, monumen Gajah Mungkur di simpang empat Sukorame.

Di simpang empat Kebomas juga dibangun tetenger monumen Serat Daun Lontar. Serta yang baru saja diresmikan adalah landmark Gardu Suling di simpang empat GNI. Kemudian pembangunan pedestrian di beberapa sudut seperti Jl Dr Wahidin Sudirohusodo depan RSUD Ibnu Sina. Kini landmark tersebut menjadi andalan generasi milenial dalam berselfi karena sangat instagramble.

Wajah ALun-alun Kota Gresik kini lebih bersih dan tertata rapi untuk masyarakat.

Yang paling terasa adalah revitalisasi Alun-alun Kota Gresik yang dulunya kumuh tidak tertata kini menjadi ikonik melalui konsep Islamic Center sebagai kawasan religius, tempat warga Gresik bersosialisasi serta berolah raga. Sarana olah raga paling besar karya Sambari-Qosim adalah hadirnya Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos) di Jl Veteran. Stadion megah ini beberapa kali menjadi penyelenggara turnamen nasional.

Ruang pertemuan juga dilengkapi dengan hadirnya Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) I dan II, yang saat ini sudah menjadi gedung milik warga Gresik untuk menggelar kegiatan kemasyarakatan, pemerintahan, olah raga serta even yang bersifat lokal, regional Jawa Timur maupun bersifat nasional dan internasional.

Di wilayah Utara, juga sudah diselesaikan pembangunan gedung Kromo Wijoyo di Alun-alun Sidayu menjadi tempat kegiatan warga Gresik di Kecamatan Sidayu, Bungah, Ujung Pangkah, Panceng, Dukun dan sekitarnya. Sementara di wilayah Selatan juga sedang dibangun Islamic Center di Kecamatan Balongpanggang yang akan menjadi pusat religi warga sekitar.

Di bidang ekonomi bisnis, hingga kini Kabupaten Gresik tercatat sebagai kota investasi peringkat pertama di Jawa Timur. Berdasarkan Izin Prinsip Penanaman Modal (IPPM) di Gresik dari tahun ke tahun sangat bagus. Sehingga, Kabupaten Gresik optimistis ke depan bisa menarik investasi lebih banyak karena sejumlah proyek strategis bisa menjadi bagian infrastruktur usaha di Gresik.

Berdasar data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, pada semester I (Januari–Juni 2020), total investasi PMA dan PMDN di Jatim mencapai Rp 51 triliun. Perinciannya, PMA Rp 12,5 triliun dan PMDN Rp 38,4 triliun. Dari realisasi tersebut, investasi PMDN dari Gresik memberikan kontribusi Rp 1,5 triliun. Di kategori PMA, posisi tertinggi untuk kota diraih Surabaya dengan capaian realisasi Rp 11,5 triliun. Di tingkat kabupaten, yang tertinggi adalah Gresik dengan nilai Rp 11,2 triliun.

 

BACA JUGA :  Kakanwil Kemenag Minta Semua Peserta Pelatihan Haji Periksakan Diri

Salah satu yang membuat laju investasi di Gresik cukup membanggakan adalah keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pemkab Gresik. Kemudahan dalam perizinan menjadikan Gresik dilirik oleh investor dari dalam maupun luar negeri. Tercatat keberadaan Java Integrated Industrial and Port Estate atau JIIPE di Kabupaten Gresik diajukan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbentuk di pemerintahan SQ.

Tidak hanya kawasan industri, sejumlah icon pembangunan juga terlihat di Gresik di antaranya hadirnya Icon Mall dan Gresik Mall (Gresmall) pada 2018 dan 2019 silam. Kemudian beroperasinya sejumlah hotel berbintang seperti Horison, Aston, Santika dan Pesonna menjadi wujud geliat ekonomi Kabupaten Gresik terasa.

Kini menjelang berakhirnya periode kedua SQ mengabdi, Bupati Sambari Halim Radianto tengah menuntaskan pembangunan underpass Jl Dr Wahidin Sudirohusodo. Di level nasional, saat ini sudah membentang jalur tol Kebomas Legundi Bunder Manyar (KLBM) dan tinggal menunggu diresmikan Presiden Jokowi untuk segera beroperasi. Hadirnya infrastruktur andalan ini, semata untuk meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat serta mempemudah akses warga antar wilayah. Sehingga Kabupaten Gresik saat ini menjadi lebih baik selama Sambari-Qosim mengabdi. (*)