Pengelola Icon Apartemen Dukung Aparat Tindak Tegas Prostitusi Online

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Polisi saat menggerebek unit apartemen di Gresik yang diduga jadi tempat berlangsungnya prostitusi online (Ist)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Pengelola Icon Apartemen angkat bicara mengenai penggerebekan dugaan praktik prostitusi online yang berlangsung di unit Icon Apartemen.

Direktur PT Raya Bumi Nusantara Permai (RBNP) (pengelola Icon Apartemen) David Yurianto berujar, pihaknya memahami segala regulasi dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah, khususnya di Kabupaten Gresik yang menyangkut bisnis hunian seperti Apartemen dan perumahan.

“Yang pasti, kami telah melaksanakan SOP pengamanan sebagaimana aturan yang berlaku,” ujar dia, Rabu (01/11/2023)

David mengetengahkan, unit-unit yang digrebek jajaran Satreskrim Polres Gresik tersebut sudah menjadi milik orang, alias sudah dibeli. Terkait pengelolaan unit, baik itu ditempati sendiri atau disewakan menjadi hak penuh pemilik unit.

“Hanya saja, bila memang disewakan, maka pemilik ini harus melaporkan ke manajemen pengelola, agar individu yang menyewa atau penghuni terdaftar dan diketahui oleh pengelola,” beber dia.

Baca juga: Ketua DPRD Gresik Tekankan Investasi Masuk yang Besar Harus Dibarengi Pendapatan yang Tinggi

David menjelaskan, dalam kasus ini, pemilik unit tidak melaporkan ke manajemen mengenai penyewaan unit yang dimiliki pemilik. Padahal seharusnya pemilik unit saat menyewakan ke pihak lain harus memberitahu kepada manajemen.

“Dan dalam MoU sewa menyewa itu juga sudah ada ketentuan, termasuk larangan – larangan dipergunakan praktik-praktik yang melanggar hukum,” imbuh dia.

Pun demikian, hal tersebut berlaku kepada semua penghuni, baik yang sewa maupun pemilik asli.

“Kalau itu dilanggar, dan menjadi tindak pidana ya itu sepenuhnya tanggung jawab penghuni,” ujar dia. 

Dalam keseharian, bila ada tamu yang berkunjung ke salah satu unit, penghuni akan menjemput di Lobi, karena yang memiliki kartu akses adalah penghuni.

“Di situ kan penjaga keamanan tak mungkin melarang, karena itu properti pribadi, yang sudah dimiliki atau disewa. Paling banter kami hanya menanyakan kartu identitas, setelah di dalam apartemen kami kan tidak bisa memantau,” beber David.

Sementara itu, Buildung Manager Icon Apartemen Wisnu Kusuma Wardana mengatakan, kedepan pihaknya akan berupaya memperketat pengamanan untuk meminimalisir kejadian serupa.

“Yang jelas kami tidak menyediakan hal-hal yang melanggar hukum itu. Kami lagi berpikir menerapkan sanksi bagi pemilik unit yang unitnya kedapatan atau melanggar ketentuan, dan akan menerapkan finger untuk penghuni,” kata dia.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Gresik menggerebek 5 orang di salah satu unit apartemen pada Senin malam (30/10/2023).

Polisi mengendus adanya praktik prostitusi online di apartemen tersebut. 

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan menjelaskan, saat ini pihaknya sedang mendalami kasus tersebut, dan salah seorang yang diduga mucikari telah diamankan.

“Kami kembangkan untuk mencari mucikari diatasnya,” kata Aldhino. (qom)