klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

ASN Pemkab Lamongan Terpapar Covid-19, Dinkes Tak Ungkapkan Jumlahnya

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Sterilisasi di Gedung Kantor Sekretariat Pemkab Lamongan oleh petugas BPBD dan Dinkes setempat. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)
Sterilisasi di Gedung Kantor Sekretariat Pemkab Lamongan oleh petugas BPBD dan Dinkes setempat. (Abdul Aziz Qomar/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan - Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lamongan, mengkonfirmasi adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat yang terpapar corona. Hanya saja, untuk jumlah abdi negara yang terkonfirmasi ini tak diungkapkan.

[irp]

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Lamongan, dr. Taufik Hidayat membenarkan adanya ASN yang terpapar Covid-19. Namun dia mengaku tidak tahu berapa jumlahnya.

"Ada yang kena, tapi jumlahnya saya tidak tahu. Ada permintaan dari sekretariatan untuk dilakukan penyemprotan disinfeksi selama 3 hari mulai Jumat, Sabtu dan Minggu," ujar dr. Taufiq yang merupakan Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Penanganan Covid-19 Lamongan, Jumat (10/10/2020).

Selain langkah sterilisasi, Satgas juga melakukan tracing kepada siapa saja yang sempat kontak dengan ASN tersebut. Lebih lanjut, Taufik pun menyarankan dilakukan sterilisasi secara berkala tanpa menunggu ada yang terpapar.

"Sterilisasi tidak hanya dengan penyemprotan, tapi bisa dengan cara lain. Misalnya fogging atau ozon agar bisa menyeluruh ke semua bagian ruangan," sarannya.

Terpisah, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Lamongan, Arif Bachtiar mengakui bahwa sterilisasi di kantor Pemkab Lamongan ini dilakukan setelah ada ASN terpapar Covid-19. Sekarang mereka yang terpapar sudah diisolasi dan diobservasi di rumah sakit.

Arif menambahkan, Senin (12/10/2020) depan aktivitas perkantoran Pemkab Lamongan akan tetap buka. ASN lainnya pun masuk seperti biasa.

"Penyemprotan disinfektan dilakukan di semua ruangan dari lantai dasar hingga 8, Senin tetap masuk seperti biasa," bebernya. (nul)

Editor :