KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pondok Pesantren (Ponpes) menjadi sektor yang diinginkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menggeliatkan ekonomi Jawa Timur (Jatim). Dan targetnya adalah mampu menembus pasar halal hingga level internasional.
[irp]
"Harapan besar agar Ponpes nantinya tak hanya sebagai lembaga penting pembentuk karakter. Namun juga sebagai lembaga yang punya kontribusi signifikan dalam perekonomian daerah," ujar Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak.
Di Jatim ada sekitar 4.718 ponpes dengan total sebanyak 938 ribu santri. Dengan angka itu, Emil mengaku optimis potensi tersebut bisa dikembangkan. "Ini adalah jumlah yang banyak, sehingga mencerminkan potensi dari pondok pesantren. Dimana satu juta santri di dalamnya bisa jadi pilar integritas," katanya.
Dengan kondisi itu diharapkan Emil, ponpes bisa ikut mengambil bagian sebagai upaya penggerak perekonomian sampai ke pasar internasional. Apalagi Indonesia merupakan negara mayoritas islam.
"Saya berharap ponpes di Jatim bisa menjadi penggerak, bahkan trend center untuk mendorong Jatim bahkan Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi yang bisa menguasai pangsa pasar halal," harapnya.
Kini Pemprov Jatim sudah menyiapkan tiga pilar utama sebagai pendukung ekonomi berbasis pesantren. Yaitu santripreneur, pesantrenpreneur dan sosiopreneur.
Dijelaskan Emil, santripreneur ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Jatim. Rencananya akan memperkuat program pemberdayaan santri, dengan harapan bisa menambah pemahaman serta keterampilan para santri untuk menghasilkan produk yang bernilai jual lebih.
Sedangkan program one pesantren one product (OPOP) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM, digagas untuk melakukan pemberdayaan. Nantinya bekerjasama dengan koperasi pondok pesantren.
Dirinya pun meyakini, bahwa perekonomian Jatim akan sejalan dengan kepentingan kesehatan di masyarakat. "Kita tentunya tidak ingin krisis kesehatan ini kemudian menjadi krisis ekonomi yang berkepanjangan. Justru kita ingin, bahwa kondisi ekonomi bisa dijaga pada level yang memungkinkan untuk memiliki imunitas terhadap krisis kesehatan," jelasnya.
Mantan Bupati Trenggalek ini berpesan kepada masyarakat, agar terus bersama-sama berjuang membangkitkan kembali perekonomian tanpa menomorduakan kesehatan. "Bukan justru menomorduakan kesehatan, tapi bahwa ekonomi membawa imunitas di tengah krisis kesehatan," pungkasnya. (nul)
Editor : Redaksi