klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

DPRD Gresik Minta Pemkab Gresik Bukukan APBD Hingga 2021

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir (tengah) didampingi dua Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim (paling kiri) dan Mujid Riduan. (klikjatim.com)
Ketua DPRD Gresik, Abdul Qodir (tengah) didampingi dua Wakil Ketua DPRD Gresik, Ahmad Nurhamim (paling kiri) dan Mujid Riduan. (klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – DPRD Gresik meminta Pemerintah Kabupaten Gresik, dalam hal ini Bupati Sambari Halim Radianto dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membukukan APBD 2021 hingga Rp 4 triliun.  Permintaan ini didasarkan ketetapan Peraturan Daerah (Perda) RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2016-2021 yang sebelumnya telah direview.

[irp]

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Gresik, Moch Abdul Qodir, didampingi Wakil Ketua DPRD Ahmad Nurhamim dan Mujid Riduan kepada wartawan dalam kegiatan gathering di Pasuruan, Jumat (3/10/2020).  "Memang mengacu Perda RPJMD 2016-2021 hasil review, ditetapkan keuangan APBD Gresik hingga 2021 tembus di angka Rp 4,044 triliun," kata Ketua DPRD Gresik, Moch  Abdul Qodir.

Ketua DPRD Gresik menambahkan, pada pembahasan KUA PPAS APBD 2021 pihaknya meminta Pemkab bisa membukukan APBD Gresik 2021 tembus di angka Rp 4,2 triliun. Sehingga ini melampaui target Perda RPJMD 2016-2021. Berdasarkan Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang), Pemkab Gresik menargetkan APBD Gresik di angka Rp 7-8 triliun pada tahun 2021. 

Namun, kata dia, dalam pembahasan raperda hingga pengesahan Perda RPJMD 2016-2021, APBD Gresik hingga 2021 disepakati Rp 6,7 triliun. "Optimisme DPRD ketika itu atas keberadaan Java Integrated Industrial and Ports Esatate (JIIPE) dan pelabuhan internasional di Kecamatan Manyar. Jadi, dengan adanya JIIPE dan pelabuhan internasional, maka aktivitas ekonomi di sana bisa menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor bea perolehan hak atas tanah (BPHTB), pajak bumi dan bangunan (PBB), dan sektor pendapatan lain sangat besar," ujar politisi PKB asal Kecamatan Wringinanom ini.

Di tempat yang sama Wakil Ketua DPRD Gresik  Ahmad Nurhamim menyatakan, pihaknya sebelumnya justru memaksa agar APBD Gresik di 2021 bisa tembus Rp 8 triliun. "Jadi, saya yang meminta agar RPJMD hingga 2021 angka APBD-nya bisa tembus Rp 8 triliun," tegas Ahmad Nurhamim.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Gresik memaksimalkan semua potensi daerah. "Jadi, semua potensi daerah agar digali, termasuk JIIPE," kata Nurhamim.

Dikatakan, optimis target APBD Rp 4,2 triliun pada tahun 2021 bisa terpenuhi. "Indikator ekonomi makro Gresik posisinya di atas Jatim. Makanya, dalam rencana kerja perangkat daerah (RKPD) masing-masing OPD optimis target APBD 2021 Rp 4,2 triliun bisa terpenuhi," sambung pria yang juga Ketua DPD Golkar Gresik tersebut.

"Sebetulnya banyak potensi pendapatan daerah (PD) dari pemerintah pusat yang bisa masuk ke Gresik dan menjadi PD. Namun, selama ini belum dimasukkan dalam postur APBD Gresik," ungkapanya.

Dia mencontohkan, dalam tugas pembantuan Komisi VII DPR RI yang membidangi SDM, di Kabupaten Gresik ada bangunan listrik tenaga surya sebanyak 500 unit bantuan pemerintah pusat. Per unit nilanya Rp 25 juta. Namun, tak dimasukkan di PD.

"Kalau semua bantuan dana pembangunan dari pusat terdata dengan baik dan masuk dalam postur APBD kita, maka mencapai target APBD Gresik mudah dipenuhi. Namun, fakta terjadi selama ini tak seperti itu," ungkapnya.

Sementara Mujid Riduan merinci kekuatan APBD Gresik mulai tahun 2016-2021 berdasarkan Perda RPJMD 2016-2021 hasil review terhitung mulai tahun 2018. Yakni di tahun 2018, APBD dipatok sebesar Rp 3.028.380.629.522,00. Kemudian, di tahun 2019 naik Rp 3.321.520.324.963,20. Selanjutnya, di tahun 2020 naik Rp 3.662.905.955.438,78, dan di tahun 2021 naik menjadi 4.044.990.150,73.

"Jadi, ada penurunan sekira Rp 3 triliun kekuatan APBD kita hingga 2021 yang tertuang dalam Perda RPJMD 2016-2021 hasil review," pungkas Mujid Riduan, Ketua DPC PDIP Gresik. (*)

Editor :