klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Minta Tolong Tak Digubris, PNS Magetan Tewas di Pinggir Jalan

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi
Ilustrasi

KLIKJATIM.Com I Magetan - Lelaki berseragam PNS meninggal mendadak di Jalan Raya Ginuk - Truneng, Magetan. Lelaki yang diketahui bernama Suyoto (48) warga Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, itu sempat meminta tolong warga yang lewat tetapi tidak digubris.

[irp]

"Waktu turun dari motornya, masih sempat melepas helm, kemudian terdengar minta tolong dan melambai lambaikan tangannya. Tapi warga yang lewat dan dekat dengan posisi laki laki itu tidak ada yang berani memberi pertolongan, semua takut tertular Covid 19," kata Kendar, salah satu saksi mata warga Desa Ginuk, Kecamatan Karas seperti dikutip dari tribunnews.com

Menurut Kendar, laki laki itu berjalan dari arah Timur Desa Ginuk menuju ke Barat menuju Desa Truneng, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan. Namun setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), laki laki itu menghentikan motornya, melepas helm dan duduk meminta tolong sambil tangannya melambai lambai ke arah warga.

"Korban sempat terlihat tertimpa motornya, setelah itu tidak terlihat lagi bergerak gerak. Karena sebelumnya berusaha menyingkirkan motor dengan tetap meminta tolong. Warga hanya melihat dari jauh tanpa ada yang berusaha mendekat memberi pertolongan," jelasnya.

Dikatakan Kendar, setelah tidak bergerak, warga baru melaporkan kejadian itu ke Polsek Karas dan Puskesmas setempat.

Petugas medis dari Puskesmas yang datang ke TKP dengan berpakaian yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) putih putih, langsung memeriksa korban ditempat.

"Korban baru ditolong setelah petugas medis dan polisi datang ke TKP. Dan warga baru berani mendekat. Namun tidak diperbolehkan ikut melakukan evakuasi," ujar dia.

Sementara Kapolsek Karas, AKP Santoso menyatakan korban meninggal akibat sakit. "Namun kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis penyebab pastinya kematian itu," tuturnya.

Diungkapkan Kapolsek Karas, sepekan lalu sesuai keterangan keluarga, korban yang memiliki riwayat penyakit jantung ini sempat check-up kesehatannya.

Diduga sakitnya ini yang membuat korban meninggal mendadak. "Tidak ada tanda tanda tindak kekerasan ditubuh korban. Karena itu setelah diotopsi, jenazah akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (bro)

Editor :