KLIKJATIM.Com | Madiun - Gubernur Khofifah memberi apresiasi kepada para siswa SMK Model PGRI I Mejayan, Madiun yang mampu menciptakan mobil listrik untuk UMKM. Mobil buatan pelajar SMK binaan PT Inka ini dinilai mampu memberi kontribusi positif terhadap kelangsungan usaha UMKM.
[irp]
"Mobil listrik ini didesain sesuai dengan jenis produk yang dijual. Bisa makanan, kebutuhan sembako, hingga untuk bengkel kendaraan. Saya salut dengan kreatifitas adik-adik pelajar SMK PGRI 1 Mejayan ini," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa saat meninjau mobil listrik buatan pelajar SMK ini.
Dijelaskan, Siswa SMK Model PGRI I Mejayan ini membuat mobil listrik saat pandemi Covid-19. Mobil listrik yang ramah lingkungan ini didesain khusus sebagai kendaraan berjualan atau untuk kegiatan usaha. Saat ini SMK PGRI I Mejayan, Kabupaten Madiun, mendapat pesanan mobil listrik sebanyak 186 unit dari pelaku UMKM di berbagai daerah.
Di tempat yang sama Kepala SMK Model PGRI I Mejayan, Sampun Hadam, mengatakan pihaknya mengalami kendala dalam produksi mobil listrik yang diberi nama Mokasi alias Mobil Kampung Pesilat itu. Hal ini karena pihak sekolah tidak memiliki bengkel produksi yang memadai untuk memprodukai pesanan mobil UMKM tersebut.
"Untuk SDM, kami tidak kekurangan. Karena untuk SDM dari siswa dan guru yang telah dilatih," kata dia seusai kunjungan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di sekolah tersebut, Jumat (18/9/2020).
Sampun menuturkan 186 unit mobil listrik tersebut merupakan pesanan dari pelaku UMKM di Bekasi, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Bogor, Bandung, Jakarta, Sumatera, hingga Kalimantan. Namun, untuk saat ini baru bisa memproduksi 18 unit mobil listrik. "Untuk proses pengerjaan pesanan ini sudah dimaksimalkan. Tiga shift. Tetapi karena keterbatas alat dan bengkel. Jadi pengerjaannya tidak bisa cepat. Untuk itu, kami meminta dukungan dari gubernur," ujarnya.
Gubernur, lanjut Sampun, menyatakan tertarik dengan inovasi ini dan mendukung pengembangannya. Gubernur menyarankan supaya sekolahnya mengambil pinjaman dari daerah untuk pengembangan mobil listrik itu. "Saat ini kami sedang mengembangkan bengkel produksi mobil listrik. Karena memang itu yang menjadi kendala," kata dia. (hen)
Editor : Redaksi