klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Setelah Cakada Surabaya dan Sidoarjo, Menyusul Trenggalek Positif Covid-19,

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Aktifitas di Kantor KPU Trenggalek tetap berjalan meski ada salahsatu calon yang positif.
Aktifitas di Kantor KPU Trenggalek tetap berjalan meski ada salahsatu calon yang positif.

KLIKJATIM.Com | Trenggalek - Setelah Cawali Surabaya dan Cawabup Sidoarjo dinyatakan terkonfirmasi Covid-19, kali ini KPU Jatim memastikan ada calon kepala Daerah di Trenggalek positif COVID-19. Meski demikian, konfirmasi positif ini tidak mempengaruhi syarat pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon).

[irp]

Ketua KPU Jatim Choirul Anam saat dikonfirmasi membenarkan ada salahsatu calon kepala daerah di Trenggalek yang terkonfirmasi positif Covid. Sehingga saat ini sudah ada 3 calon kepala daerah yang positif. Masing-masing Surabaya satu, Sidoarjo satu dan Trenggalek satu. Menurutnya kandidat yang dinyatakan positif COVID-19 hingga saat ini belum menjalani tes kesehatan.

"Rencananya tes kesehatan akan dilakukan setelah kandidat tersebut dinyatakan negatif dari virus COVID-19. Kami lihat dulu kondisi pasien, kalau sampai tanggal 21 atau 22 belum bisa dilakukan tes kesehatan karena masih positif, maka akan dilakukan perubahan tahapan," ujarnya.

Perubahan tahapan itu nantinya akan memberikan ruang bagi kandidat penyintas COVID-19 untuk menjalani tes kesehatan susulan. KPU memastikan meski dinyatakan positif COVID-19, tidak serta merta menggugurkan pencalonannya. Sedangkan untuk pasangan kandidat yang telah menjalani tes kesehatan dan dan dinyalakan sehat secara fisik dan mental maka akan tetap dilakukan penetapan pada 23 September.Atas informasi ini Sekretaris KPU Trenggalek Wiratno memastikan telah menerapkan protokol kesehatan selama tahapan Pilkada 2020. Termasuk saat pendaftaran calon kepala daerah di Pilbup Trenggalek Itu dimulai dari sterilisasi ruangan, hingga pemakaian alat pelindung diri (APD) saat menjalankan tugas tahapan pilkada.

"Di internal kami ada yang namanya satgas COVID-19, yang bertugas mensterilisasi seluruh ruangan. Seperti kemarin itu yang pertama daftar PKB dan PKS, setelah itu kami semprot ruangannya," kata Wiratno.

Dikatakan, sterilisasi serupa juga dilakukan setelah pendaftaran pasangan yang diusung oleh koalisi 7 partai politik di Trenggalek. Hal tersebut merupakan standar operasional seperti arahan dari Kementerian Kesehatan.

"Pada saat pendaftaran kemarin petugas kami yang di divisi itu, termasuk komisioner memakai masker, pakai sarung tangan. Kemudian para bakal calon dan pimpinan partai juga memakai APD, cek suhu tubuh juga dilakukan. Bahkan dokumen juga kami sterilisasi sesuai arahan RSAL," ujarnya.

Sementara itu Ketua KPU Trenggalek Gembong Derita Hadi enggan dikonfirmasi. Sejumlah wartawan yang telah menunggu di KPU Trenggalek justru tidak ditemui. "Senin aja. Semua tak jelasin, besuk pagi ke Surabaya," kata Gembong melalui WhatsApp.

Sebagai catatan, pemilihan bupati Trenggalek 2020 diikuti oleh dua pasangan calon. Masing-masing Mochamad Nur Arifin-Syah M Natanegara

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Empat Partai Non-Parlemen di Trenggalek Deklarasi Dukung Mas Ipin-Syah dan Alfan Rianto - Zaenal Arifin. Terkait siapa yang positif di antara dua pasangan calon tersebut, Ketua KPU Trenggalek enggan menjelaskan dengan detail. (hen)

Editor :