klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Marak Perdagangan Online, Gubernur Minta Perguruan Tinggi Lakukan Penelitian

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memantau perkembangan UMKM Jatim bidang pangan. (Sohibul Anwar/Klikjatim.com)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memantau perkembangan UMKM Jatim bidang pangan. (Sohibul Anwar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Banyaknya perdagangan online di masa pandemi seperti ini disikapi serius Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa. Gubernur berharap kalangan akademisi perguruan tinggi melakukan kegiatan penelitian penerapan perdagangan online sistem terutama bagi usaha mikro dan kecil.

[irp]

Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Ruang Kerja Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (29/08) saat menjadi narasumber dalam website seminar (webinar) Mewujudkan Tata Kelola Pendidikan Yang Berdaya Saing, diselenggarakan oleh Karya Ikatan Keluarga Alumni S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta.

Sumbangsih ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu melalui penelitian dan pengembangan, dengan penelitian ini bisa untuk meningkatkan perdagangan online system bagi pelaku usaha ultra mikro dan mikro kecil, mengambil hikmah dari pandemi Covid19 yaitu pertemuan secara fisik dikurangi maka pertemuan makinbanyak dilakukan secara virtual.

"Pada tahun 2030 perdagangan 99% akan berjalan secara online maka tugas kita semua termasuk didalamnya perguruan tinggi untuk memastikan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi itu dalam melakukan penelitian bagaimana cara meningkatkan efektivitas perdagangan online system pada usaha mikro dan kecil," terang Gubernur.

[irp]

Panduan perdagangan secara online bagi pelaku usaha mikro dan kecil ini harus segera dilakukan karena kontribusi Produk Domestik RegionalBruto (PDRB) di Jawa Timur 54�ri UMKM. Dalam masa 9 tahun ini harus lebih gencar dilakukan persiapan menuju perdagangan online dan saat ini sudah memasuki era 4.O yang lebih banyak mengedepankan teknologi, sehingga peran manusia akan semakin tergantikan oleh robot maka perlu juga dilakukan penelitian agar secara human dan mesin ini bisa menjadi satu kesatuan.

"Jadi jangan sampai kita kemudian mengedepankan robot mesin digitalisasi semata tapi aspek tapi aspek humannya dibelakangkan jadi ini karakter SDM yang harus dibangun dalam proses apapun," tuturnya. (hen)

Editor :