KLIKJATIM.Com | Magetan - Debit air di telaga Sarangan, Magetan terus menyusut karena pemasangan pipa saluran air secara liar oleh warga dan kelompok tani setempat. Saat ini, debit air telaga yang masuk ke pipa-pia liar tersebut mencapai 500 liter per detik. Saluran tersebut dialirkan ke puluhan sambungan penampungan.
[irp]
Kasi SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Yuli Karyawan Iswahjudi kepada wartawan menjelasakan, wilayah penyaluran pipa liar saat ini juga kian meluas. Bahkan, hingga Sarangan, Plaosan. ‘’Di Sarangan dialirkan lewat pipa. Di daerah lain disedot pakai pompa air,’’ kata Kasi SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Yuli Karyawan Iswahjudi seperti dikutip Radarmadiun.
Dikatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Perum Jasa Tirta untuk mengatasi. Sementara, masih pembinaan pada warga yang memasang pipa dua hingga tiga dim. ‘’Sebenarnya ini sudah terjadi bertahun-tahun. Kami sudah beri pemahaman,’’ ujarnya.
Di Sarangan ditemukan lebih dari 20 pipa untuk mengambil air jatah lahan pertanian. Debitnya rata-rata sekitar 200 liter per detik. Itu belum jika disedot pakai pompa air. ‘’Efeknya buruk kalau terus terjadi seperti ini,’’ terangnya.
[irp]
Secara umum debit air dari Sarangan yang dialirkan ke Dam Jejeruk 450 liter per detik. Kemudian ditambah dari Gandong Lor sekitar 300 liter per detik. Seharusnya, masih cukup mengairi lahan sawah di 10 desa jika tidak ada pencurian. ‘’Kami sudah coba antisipasi dengan pengawasan setiap hari,’’ sebutnya.
Sebagian petani juga menanam padi yang membutuhkan banyak air. Padahal, sesuai daerah dan ketersediaan air, mereka bisa menanam komoditas lain. Namun, pihaknya tak bisa menyalahkan petani, sepanjang masih bisa membagi air ke seluruh petani. ‘’Kebetulan tahun ini musim kemarau mundur dua bulan,’’ pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi