klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dilaporkan Hilang, Sepasang Kekasih Pendaki Gunung Penanggungan Ditemukan Selamat

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat menemui sepasang kekasih pendaki Gunung Penanggungan setelah ditemukan. (Tsabit Mantovani/klikjatim.com)
Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander saat menemui sepasang kekasih pendaki Gunung Penanggungan setelah ditemukan. (Tsabit Mantovani/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Mojokerto—Sepasang kekasih yang sempat dilaporkan hilang saat pendakian Gunung Penanggungan, Kabupaten Mojokerto akhirnya ditemukan selamat. Dua pendaki ini terpaksa menunda turun gunung akibat terjebak cuaca ekstrim.

Sepasang kekasih yang sempat dilaporkan hilang itu Yahya Muchyiddin (26), warga Kecamatan Sambikerep, Kota Surabaya dan Meilani Dwi Krismonika (22), asal Kecamatan Sawahan Kota Surabaya. Keduanya ditemukan oleh tim gabungan Polri, TNI dan relawan di atas pos Candi Wayang, jalur pendakian Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

[irp]

Kedua pemuda ini sempat dilaporkan hilang oleh petugas pos 1, kawasan Tlogo, Dusun Kandangan. Sebab kepulangannya tak sesuai dengan registrasi keberangkatan. Pada registrasi tersebut, Yahya dan Meilani berangkat pada Sabtu (4/7/2020). Seharusnya tiba pada hari Minggu (5/7/2020) pagi. Namun keduanya baru turun dan bertemu petugas pada Senin (6/7/2020) siang.

"Informasi yang kami dapat, karena kondisi cuaca dan kondisi fisik kelelahan, mereka mengurungkan niatnya turun hari Minggu. Yang bersangkutan bertahan di atas dulu," kata Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, kepada wartawan di pos pendakian Telogo, Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Senin (6/7/2020).

Saat ditemukan oleh tim gabungan di atas pos Candi Wayang, lanjut Dony, sepasang muda-mudi ini sangat kelelahan. Mereka hampir kehabisan bekal. “Saat ini sudah dilakukan perawatan. Keduanya sudah berada di pos Tlogo untuk beristirahat di rumah penduduk,” imbu alumni Akpol 2000 ini.

Sementara itu, sepasang kekasih ini mengaku, terpaksa harus menunda turun gunung karena terjebak cuaca ekstrem pada ketinggian sekitar 1600 meter di atas permukaan laut (MDPL). Keduanya pun akhirnya harus bermalam lagi, hingga menunggu cuaca reda, sembari menunggu bantuan dari petugas.

[irp]

“Cuaca saat itu sangat ekstrim. Hujan deras dan membahayakan jika harus memaksakan turun gunung. Makanya kami memilih bermalam lagi,” ungkap Yahya kepada klikjatim.com sembari terlihat kelelahan memijat kakinya di pos Tlogo.

Sejauh ini cuaca di Gunung Penanggungan sendiri masih cukup ekstrim. Baik pendakian melalui jalur Ngoro maupun Trawas, cuaca ekstrim mudah terjadi. Selain hujan dan petir, kabut tebal juga kerap menyelimuti jalur pendakian, yang rentan membuat para pendaki tersesat. (mkr) 

Editor :