klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Paska PSBB, Geliat Ekonomi Masyarakat di Surabaya Mulai Membaik

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Sejumlah toko buku di kompleks Kampung Ilmu Jalan Semarang, Kota Surabaya. (Arifin/klikjatim.com)
Sejumlah toko buku di kompleks Kampung Ilmu Jalan Semarang, Kota Surabaya. (Arifin/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Aktivitas ekonomi masyarakat kalangan bawah di Surabaya yang sempat tersendat karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kini mulai pulih. Geliat para pembeli pun sudah dirasakan oleh sejumlah pedagang.

Misalnya penjual buku di kompleks Kampung Ilmu Jalan Semarang, Kota Surabaya. "Ya baru ini mulai ada pembeli. Alhamdulillah, disyukuri ae mas seng penteng isok mangan senanan lauk tempe (Masih bersyukur yang penting cukup untuk makan walaupun lauknya hanya tempe, red)," ungkap Mianah, penjual buku di Kampung Ilmu kepada klikjatim.com, Kamis (18/6/2020).

[irp]

Menurutnya, penghasilan yang dikantongi sejak dimulainya PSBB benar-benar merosot tajam. Kendati dirinya tetap bisa berjualan buku, namun tak seorang pun datang untuk membeli. “Ada sekitar dua mingguan tidak mendapatkan pelaris mas. Jadi kondisinya seperti kota mati," terangnya.

Dibandingkan pada hari-hari biasa sebelum ada pandemi Covid-19 sangat berbeda jauh. Minimal buku yang laku terjual per hari antara 10 sampai 20 buah. Terkadang ada juga orang yang membeli buku dengan jumlah banyak.

"Tidak pasti, kadang Rp 200 ribu kalau tidak ada yang memborong," imbuhnya.

[irp]

Hal senada juga dikatakan oleh pedagang lainnya di kawasan setempat. Menurut dia, pendapatannya sekarang lebih baik dibandingkan pada saat penerapan PSBB.

"Ya sudah mendingan. Cukup untuk kebutuhan sehari-hari lah," tutur penjual yang namanya tidak berkenan untuk disebutkan.

Ketika PSBB, pihaknya mengaku kesulitan menarik pelanggan. Sehingga tingkat penjualnya pun turun menjadi rata-rata per hari hanya 3 sampai 5 buku. (nul)

Editor :