KLIKJATIM.com I SURABAYA - Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) secara tak sengaja telah diadopsi banyak negara. Buktinya, saat ini banyak negara menerapkan sistem pertahanan menyertakan komponen sumber daya nasional sebagai pendukung sistem pertahanannya. "Sebenarnya tidak asing bagi kita sebagai prajurit TNI, karena TNI telah menerapkan sejak dulu dengan Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata)," kata Kepala Staf Angkatan laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dalam sambutanya pada Apel Gelar Pasukan Latihan Armada Jaya ke-37 Tahun 2019, Selasa (9/7/2019).
[irp]Menurutn Sukma Adji, TNI sebagai komponen pertahanan negara didukung rakyat sebagai sumber daya manusia sekaligus komponen cadangan siap untuk menjaga melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara manapun didunia ini memahami bahwa pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggungjawab angkatan bersenjata saja tetapi menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa dengan kesadaran bela negara. "Sebagai prajurit matra laut harus mampu bersama-sama dengan komponen lainnya dengan sumber daya manusia lainnya untuk memperkokoh sistem pertahanan maritim semesta di masa mendatang," tegasnya.
[irp]Adapun dalam penyelenggaraan latihan Armada Jaya yang merupakan latihan Puncak TNI Angkatan Laut, selain bertugas untuk mengetahui kemampuan kesiap siagaan operasional juga sebagai tolok ukur keberhasilan dalam latihan. Diawali gladi posko yang telah dilaksanakan tanggal 17 sampai 25 Juni 2019 di Kodiklatal. Selanjutnya dengan gladi lapangan yang akan dilaksanakan tanggal 10 sampai tanggal 16 juni 2019.
[irp]Pelaksanaan Manlap melibatkan 6.534 personil yang tergabung dalam Kopgasgab, Kogaslagab, Kodasgabfib, dan Kogasratmin serta empat satuan tugas dukungan yaitu Satgasduk informasi, Satgasduk kesehatan, Satgasduk teritorial dengan daerah latihan Laut Jawa , Asembagus Situbondo.(lam/rtn)
Editor : Redaksi