KLIKJATIM.Com | Sumenep - Delapan sekolah dasar negeri (SDN) di Sumenep tidak diberi jatah siswa untuk mendaftar. Sekolah-sekolah ini akan segera ditutup dan para siswa digabungkan ke sekolah negeri terdekat atau regrouping. Alasannya, sudah beberapa tahun tidak ada yang mendaftar dan tahun ini tidak dapat jatah pagu.
[irp]Jumlah sekolah dasar di Sumenep ada sekitar 657 lembaga, baik swasta maupun negeri. Ratusan sekolah dasar ini tersebar di 27 kecamatan. Terbanyak Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, dengan 47 lembaga. Disusul Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Kota Sumenep masing-masing 37 SD. Lalu, Kecamatan Batang-Batang 35 SD. Sementara Kecamatan Batuan paling sedikit, hanya tujuh SD.
Pada PPDB 2020, ada delapan SDN yang tidak mendapatkan pagu siswa baru. Delapan sekolah itu tersebar di tujuh kecamatan. Yaitu, SDN Pagar Batu 3 Kecamatan Saronggi, SDN Ellak Daya 1 Kecamatan Lenteng, SDN Tambaagung Timur 1 Kecamatan Ambunten, SDN Basoka 3 dan SDN Duko 3 Kecamatan Rubaru, SDN Legung Timur 3 Kecamatan Batang-Batang, SDN Rombiya Timur 3 Kecamatan Ganding dan SDN Pakandangan Tengah Kecamatan Bluto.
Pagu peserta didik baru tidak diberikan lantaran sekolah-sekolah itu diusulkan untuk ditutup. ”Karena tidak ada muridnya,” ucap Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep, Abdul Kadir.
Dia mengungkapkan, siswa kelas II hingga VI sudah tidak ada. Bahkan, sudah lama tidak ada muridnya. Kalaupun ada yang mendaftar, hanya tiga hingga lima orang. Oleh karena itu, siswa dipindah ke sekolah terdekat. Guru dan kepala sekolah juga dipindah.
[irp]
Ditambahkan, sebanyak 28 SDN juga akan dilakukan regrouping karena minimnya siswa. 28 SDN ini tersebut menyebar di sejumlah kecamatan, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Hampir semua desa terdapat lembaga pendidikan dasar. Jumlah penduduk yang mendaftarkan anaknya tidak banyak. Sementara jumlah sekolah tiap desa ada yang lebih satu lembaga dan lebih banyak yang memilih ke madrasah ibtidaiyah (MI).
Faktor lain karena orang tua tidak minat untuk mendaftarkan putra putrinya ke delapan sekolah tersebut. Meski tidak menerima murid, delapan lembaga tersebut masih terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik). ”Namanya masih terdaftar, karena SK penutupannya masih dalam proses,” jelasnya. (bro)
Editor : Redaksi
1.095 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Mulai Turun Lapangan di Kabupaten Gresik, Sekda Tekankan Integritas Data
KLIKJATIM.Com | Gresik – Sebanyak 1.095 petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 resmi dilepas untuk melakukan pendataan usaha di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. P…
Sport Tourism Jatim Bergeliat, Kejurnas Tenis MA RI Hadirkan 1.022 Atlet dari Seluruh Indonesia
KLIKJATIM.Com | Malang – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Beregu XX Piala Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Tahun 2026 menjadi momentum penguatan sport tourism s…
Khofifah Dorong Alumni FH UNAIR Perkuat Kolaborasi dan Mentoring Mahasiswa
KLIKJATIM.Com | Surabaya – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR), Khofifah Indar Parawansa, melantik Pengurus IKA UNAIR K…
SiLPA APBD Gresik 2025 Tembus Rp452 Miliar, Lebih Besar dari Belanja Modal
KLIKJATIM.Com | Gresik – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membukukan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp452,07 miliar. N…
KKJ Kecam Serangan DDoS ke Tempo, Nilai Ancam Kebebasan Pers
Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mengecam serangan siber berupa Distributed Denial of Service (DDoS) yang kembali menyasar portal berita Tempo dalam beberapa h…
BTN Buka Rekrutmen Dua Posisi Strategis di Bidang Risiko Operasional
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali membuka kesempatan karier bagi profesional berpengalaman di industri perbankan. Rekrutmen ini difokuskan pad…