klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Ribuan Orang Ikuti Rapid Tes Pelindo III

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Masyarakat mengikuti rapid tes massal yang digelar di Terminal Roro (Surabaya Veem), Tanjung Perak Surabaya
Masyarakat mengikuti rapid tes massal yang digelar di Terminal Roro (Surabaya Veem), Tanjung Perak Surabaya

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ribuan orang warga Surabaya mengikuti pemeriksaan rapid test massal yang digelar PT Pelindo III. BUMN Pelabuhan ini berencana melakukan rapid test secara massal dengan menyediakan kuota 50 ribu rapid test gratis kepada warga di Jawa Timur.

[irp]

Kegiatan rapid tes massal salahsatunya digelar di Terminal Roro (Surabaya Veem), Tanjung Perak Surabaya, sejak Jumat (12/6/2020) hingga Sabtu (13/6/2020). Dalam program ini, Pelindo III menyediakan kuota 2.000 alat rapid test di setiap lokasi.

Meski ada batasan kuota, pihaknya mengaku siap untuk menambah alat rapid test jika memang jumlah masyarakat yang datang membludak. Menurut Onny Djayus Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengatakan, rapid test massal ini terbuka bagi siapa pun baik warga Surabaya maupun luar Surabaya. Caranya hanya menunjukkan KTP yang berlaku.

Bahkan, lanjutnya, bagi Warga Negara Asing (WNA) yang ingin mengikuti rapid test juga dipersilakan, asalkan menunjukkan paspor dan memberi keterangan soal tujuan dan tempat tinggalnya saat ini.

Terbukti, di hari kedua pelaksaan rapid test pada Sabtu (13/6/2020) hari ini, ratusan orang sudah memadati antrean di Terminal Roro (Surabaya Veem), Tanjung Perak Surabaya.

“Ini Tanjung Perak tinggal 400, ditambah 600 lagi maka ada 1.000 lagi. Tidak menutup kemungkinan kalau ada tambahan akan kita tambah,” kata Onny Djayus.

[irp]

Dikatakan, Tes massal ini juga dilakukan di beberapa daerah seperti Banyuwangi, Situbondo, Pamekasan, Sampang, Gresik dan beberapa daerah lain. Onny mengatakan, sementara ini target 50 ribu rapid test masih jauh terpenuhi.

Seperti halnya tes yang diadakan di Gedung PBK, Kantor Pelindo III Cabang Gresik pada Jumat (12/6/2020) kemarin saja, lanjutnya, hanya 556 orang yang datang untuk bersedia melakukan tes. “Ada beberapa kuota yang kami sediakan tapi tidak terpenuhi. Ini baru terjaring 13.960 kemarin, hari ini saya bersyukur rakyat sudah sangat sadar sehingga membludak,” tambahnya.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat dengan kesadaran diri mau melakukan tes, terutama rapid test massal yang diadakan gratis oleh pemerintah atau berbagai lembaga.

Ia mengaku, pihaknya juga mengajak para RT/RT, perkumpulan pemuda di kampung-kampung, untuk mengajak warganya melakukan rapid test ini. “Saya sendiri yang menghubungi kepala dinas, kampung, pemuda masyarakat, monggo ada rapid test gratis. Jangan takut, lebih takut kalau tidak kita rapid test, karena ini barang (virus) yang tidak bisa terlihat,” ujarnya. (hen)

Editor :