klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Direktur Pelindo Terminal Petikemas Ajak Siswa SMAN 1 Pandeglang Kenali Peluang Karier di Dunia Kepelabuhanan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Pandeglang – Dunia kepelabuhanan ternyata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas kapal bersandar dan bongkar muat barang. Di balik operasional pelabuhan, terdapat beragam profesi dan peluang karier yang bisa menjadi pilihan generasi muda.

Hal tersebut diperkenalkan Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko PT Pelindo Terminal Petikemas, Yogi Firdaus, kepada 125 siswa SMA Negeri 1 Pandeglang, Banten, melalui Program Pelindo Mengajar, Jumat (6/11).

Kegiatan tersebut terasa istimewa bagi Yogi karena sekolah yang dikunjunginya merupakan tempat ia pernah menempuh pendidikan. Selain memperkenalkan industri kepelabuhanan, ia juga berbagi pengalaman perjalanan karier sekaligus memotivasi para siswa agar berani merancang masa depan.

Dalam pemaparannya, Yogi menjelaskan bahwa pelabuhan memiliki peran penting dalam rantai logistik dan konektivitas antardaerah. Aktivitas di dalamnya tidak hanya melibatkan tenaga operasional terminal, tetapi juga berbagai bidang lain, seperti teknik, teknologi informasi, keuangan, sumber daya manusia hingga komunikasi.

Menurutnya, luasnya cakupan pekerjaan tersebut menunjukkan bahwa industri kepelabuhanan membutuhkan sumber daya manusia dengan beragam latar belakang pendidikan dan kompetensi. Karena itu, kesempatan berkarier di sektor ini terbuka bagi generasi muda yang mau terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai industri kepelabuhanan, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan Yogi untuk mengenal lebih jauh pengalaman profesionalnya.

Salah seorang siswi kelas X-4, Salwa Nadzhela Al Hikmat, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Selama ini, ia hanya mengenal pelabuhan sebagai tempat kapal penumpang dan kapal pengangkut barang bersandar.

“Awalnya saya mengira pelabuhan hanya tempat kapal penumpang dan kapal barang bersandar. Setelah mengikuti Pelindo Mengajar, saya jadi tahu bahwa ternyata banyak sekali peran yang terlibat di dalamnya. Ada berbagai pekerjaan dan keahlian yang dibutuhkan agar seluruh aktivitas pelabuhan bisa berjalan dengan baik. Ternyata dunia kepelabuhanan jauh lebih luas dari yang saya bayangkan sebelumnya,” ujar Salwa.

Inspirasi juga dirasakan Vino Andhika, siswa kelas XI-1 Kesehatan. Ia mengaku bangga melihat putra daerah Pandeglang seperti Yogi mampu menduduki posisi strategis di perusahaan pengelola terminal petikemas nasional.

“Kehadiran Pak Yogi di sekolah kami benar-benar memberikan inspirasi. Saya merasa tertantang karena ternyata putra asli Pandeglang juga bisa menjadi salah satu pimpinan di industri kepelabuhanan Indonesia. Dari kegiatan ini, saya semakin membulatkan tekad untuk belajar lebih giat dan mempersiapkan diri agar suatu saat nanti bisa mengikuti jejak Pak Yogi, berkarier di BUMN, dan memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ungkap Vino.

Yogi mengatakan, Pelindo Mengajar menjadi sarana bagi insan perusahaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda. Pengenalan dunia industri sejak bangku sekolah diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

“Melalui Pelindo Mengajar, kami ingin siswa mengenal lebih dekat dunia kepelabuhanan dan memahami bahwa di balik aktivitas sebuah pelabuhan terdapat banyak profesi, keahlian, serta peluang. Saya berharap pengalaman yang dibagikan hari ini dapat menjadi inspirasi bagi mereka untuk berani bermimpi, mengenali potensinya, dan mempersiapkan diri melalui pendidikan serta kemauan untuk terus belajar,” kata Yogi.

Kepala SMA Negeri 1 Pandeglang, Jubaedi, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan yang dibagikan Yogi memberikan tambahan wawasan bagi siswa, terutama mengenai industri kepelabuhanan dan peran BUMN dalam mendukung perekonomian nasional.

“Kami merasa bangga dan mengapresiasi kehadiran Pak Yogi di sekolah kami. Banyak sekali wawasan dan pengalaman yang dibagikan kepada anak-anak, sehingga mereka mendapatkan pengetahuan baru yang mungkin selama ini belum banyak diketahui. Kami melihat para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mengenal lebih jauh tentang Pelindo dan dunia kepelabuhanan, tetapi juga memahami bagaimana peran BUMN dalam memberikan kontribusi bagi negara. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan memiliki cita-cita yang lebih tinggi,” ungkap Jubaedi.

Selain memberikan edukasi, Pelindo Terminal Petikemas juga menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa perbaikan lapangan olahraga SMA Negeri 1 Pandeglang.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas sekolah sehingga siswa memiliki sarana yang lebih baik untuk menunjang aktivitas olahraga, menjaga kebugaran, dan mengembangkan potensi di luar kegiatan akademik.

Dukungan terhadap sektor pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo Terminal Petikemas dalam membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut juga sejalan dengan Asta Cita poin keempat, khususnya penguatan pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

Program Pelindo Mengajar sendiri telah berjalan sejak 2022. Hingga kegiatan di SMA Negeri 1 Pandeglang pada 6 November 2026, program tersebut telah menjangkau 13 sekolah dengan total 1.925 siswa di berbagai daerah di Indonesia.

Melalui program ini, para insan Pelindo Terminal Petikemas hadir langsung di sekolah untuk berbagi pengalaman profesional, memperluas wawasan siswa, serta memperkenalkan berbagai peluang di industri kepelabuhanan.

Pelindo Terminal Petikemas berharap kegiatan tersebut dapat mendorong generasi muda lebih percaya diri dalam menentukan cita-cita dan mempersiapkan masa depan. Sebab, kesempatan untuk meraih karier dan berkontribusi bagi bangsa tidak terbatas pada mereka yang tinggal di sekitar pusat industri. Dengan pendidikan, kompetensi, dan kemauan untuk terus berkembang, setiap anak daerah memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan.

Editor :