klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Didorong Kepala BKN Jadi Percontohan Nasional, Pemkab Bojonegoro Siapkan Manajemen Talenta ASN Berbasis Nine-Box Matrix

avatar Akmal
  • URL berhasil dicopy
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mendorong 16 ribu ASN Bojonegoro agar makin profesional mengelola APBD Rp 6-7 Triliun.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mendorong 16 ribu ASN Bojonegoro agar makin profesional mengelola APBD Rp 6-7 Triliun.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendorong Kabupaten Bojonegoro menjadi salah satu daerah percontohan (pilot project) nasional dalam penerapan sistem Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Melalui skema ini, pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah bakal bertumpu pada kompetensi, potensi, dan rekam jejak objektif pegawai.

Dukungan penuh tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, saat menerima kunjungan kerja jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di Kantor BKN Pusat, Jakarta, Kamis (05/11/2026).

Zudan menilai Bojonegoro memegang modalitas besar untuk mengakselerasi tata kelola birokrasi berkelas dunia. Didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) fantastis mencapai Rp 6 triliun hingga Rp 7 triliun serta populasi 1,3 juta jiwa, Bojonegoro memiliki kapasitas fiskal yang kuat untuk menyejahterakan warga.

Potensi tersebut, lanjut Zudan, wajib ditopang oleh profesionalisme sekitar 16 ribu ASN yang menjadi garda terdepan pelayanan publik.

"Kapasitas daerah yang besar harus diimbangi oleh kapasitas ASN yang besar pula. Dengan kekuatan 16 ribu ASN yang dimiliki saat ini, Bojonegoro harus mampu membangun citra daerah (branding) yang kuat, tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga mendunia," tegas Zudan.

Melalui penerapan manajemen talenta, pengisian jabatan tidak lagi melulu bergantung pada mekanisme seleksi terbuka (open bidding), melainkan beralih ke sistem suksesi berbasis pemetaan data kompetensi dan penilaian kinerja transparan sesuai aturan perundang-undangan.

Menanggapi arahan BKN, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan kesiapannya dalam mengakselerasi transformasi tata kelola birokrasi. Ia memastikan proses rotasi dan mutasi pegawai di lingkup Pemkab Bojonegoro akan mengedepankan kriteria integritas dan kinerja nyata.

Bupati Wahono menginstruksikan seluruh jajaran aparatur untuk menggeser paradigma kerja. Indikator keberhasilan pembangunan tak boleh lagi sekadar diukur dari tingkat penyerapan anggaran atau kuantitas proyek fisik.

"Kami tidak ingin lagi berfokus pada berapa panjang jalan yang telah dibangun atau berapa persen anggaran yang habis dibelanjakan. Fokus utama kami saat ini adalah output dan kebermanfaatan nyata dari setiap rupiah anggaran daerah dalam menggerakkan kesejahteraan warga Bojonegoro," ujar Wahono, Jumat (06/11/2026).

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, membeberkan bahwa sebanyak 14.643 ASN dari total 16.057 pegawai telah terintegrasi ke dalam sistem manajemen talenta.

Pemetaan tersebut memanfaatkan instrumen Nine-Box Talent Matrix untuk mengelompokkan kapasitas pegawai berdasarkan persimpangan variabel kinerja dan potensi. Dari hasil asesmen, Pemkab telah mengantongi peta talenta pejabat administrator yang masuk kualifikasi unggul (Kotak 8 dan Kotak 9).

Peta talenta ini disiapkan sebagai basis data objektif untuk mengisi formasi jabatan strategis yang kosong maupun yang akan ditinggalkan pejabat pensiun. Pemkab Bojonegoro optimistis pembenahan birokrasi ini akan mengakselerasi pencapaian target pembangunan tiga tahun ke depan, seperti penekanan angka stunting hingga 4 persen, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penekanan angka pengangguran terbuka.

Editor :