KLIKJATIM.Com | Gresik – Mimpi besar tidak pernah mengenal batas. Dari bangku sekolah kejuruan di Kabupaten Gresik, empat siswa SMK SIG berhasil membuktikan bahwa kesempatan untuk menatap masa depan di panggung internasional terbuka lebar bagi siapa saja yang berani berjuang dan mengembangkan potensi diri.
Kabar membanggakan menyelimuti keluarga besar SMK SIG setelah empat siswanya dipastikan melenggang memperoleh beasiswa studi lanjut ke Meishan Vocational & Technical College, Tiongkok.
Capaian istimewa ini diraih usai keempat siswa tersebut sukses melewati tahapan seleksi ketat dan wawancara (interview) pada 28 Agustus 2026. Berbekal kompetensi keahlian, keberanian, serta kesiapan berbahasa, mereka berhasil menyisihkan para pesaing hingga mengamankan kursi beasiswa pendidikan tinggi luar negeri.
Keempat siswa berprestasi asal Gresik tersebut yakni Cika Putri Anjani dari Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri, Ruisa Ripka Davianti dari Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri, Muhammad Ashabul Kahfi dari Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak, dan Muhammad Andi Rafli dari Konsentrasi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak.
Keberangkatan keempat siswa ini menuju Tiongkok menjadi tonggak baru perjalanan hidup mereka untuk menimba ilmu, beradaptasi dengan budaya lintas bangsa, serta memperluas jejaring global yang akan menjadi modal penting dalam dunia kerja internasional.
Kepala SMK SIG, Choirul Ichsan, S.Psi., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian anak-anak didiknya. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan bahwa lulusan sekolah kejuruan (vokasi) memiliki daya saing yang sejajar di kancah global.
"Tentu kami sangat bangga dan bersyukur. Melihat anak-anak kami mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri merupakan kebahagiaan yang luar biasa. Ini bukan hanya tentang keberhasilan mendapatkan beasiswa, tetapi juga tentang terbukanya kesempatan bagi mereka untuk melihat dunia yang lebih luas," ungkap Choirul Ichsan.
Ia pun memberikan pesan mendalam bagi Cika, Ruisa, Ashabul Kahfi, dan Andi Rafli agar tetap menjaga karakter dan nama baik almamater selama menempuh studi di negeri tirai bambu.
"Jadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan. Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari SMK. Kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, dan bersaing di tingkat internasional. Beradaptasilah dengan lingkungan baru, hormati budaya setempat, jaga ibadah dan karakter, serta tetap rendah hati," pesannya.
Bagi SMK SIG, keberhasilan ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tetapi juga membukakan jalan seluas-luasnya bagi peserta didik untuk melanjutkan studi hingga tingkat dunia. Capaian ini diharapkan menjadi pemantik motivasi bagi seluruh adik kelas di SMK SIG untuk terus berani bermimpi tinggi.
Editor : Fatih