klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Terekam CCTV, Dua Pelaku Pecah Kaca Mobil di Masjid Arjasa Jember Gasak Laptop dan Dua Tas

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Polisi melakukan olah TKP pencurian bermodus pecah kaca mobil di halaman Masjid Al Ikhlas, Kecamatan Arjasa, Jember, Selasa (27/10/2026). (Hatta/Klikjatim)
Polisi melakukan olah TKP pencurian bermodus pecah kaca mobil di halaman Masjid Al Ikhlas, Kecamatan Arjasa, Jember, Selasa (27/10/2026). (Hatta/Klikjatim)

KLIKJATIM.Com | Jember – Aksi pencurian bermodus pecah kaca mobil terjadi di halaman Masjid Al Ikhlas, Jalan Bondowoso–Jember, Dusun Krajan Barat, Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Selasa (27/10/2026). Dua orang yang diduga sebagai pelaku terekam kamera CCTV saat membawa kabur sebuah laptop dan dua tas milik korban.

Peristiwa tersebut terjadi ketika pemilik mobil, A (30), warga Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, sedang menunaikan salat Zuhur berjamaah. Saat kembali ke kendaraannya, korban mendapati kaca pintu sebelah kiri mobil Daihatsu Terios bernomor polisi B 1804 DZU telah pecah.

Sejumlah barang yang disimpan di bagian depan mobil juga hilang. Barang-barang tersebut meliputi dua tas dan satu laptop merek Lenovo. Akibat kejadian itu, korban memperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 11 juta.

Sebelum kejadian, A sedang dalam perjalanan menuju Kecamatan Sukowono untuk memantau produksi jagung. Di tengah perjalanan, ia memutuskan singgah di Masjid Al Ikhlas untuk menunaikan salat Zuhur.

Korban mengaku sempat mendengar suara kaca pecah ketika berada di dalam masjid. Namun, suara tersebut terdengar samar karena lokasi masjid berdekatan dengan jalan raya.

“Saat salat, saya mendengar suara kaca pecah. Namun, suaranya samar karena masjid dekat dengan jalan raya. Setelah salat selesai, saya mengecek mobil dan ternyata kacanya sudah dipecah, sementara tas dan laptop saya hilang,” ungkap A saat ditemui sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Sebelum tiba di masjid, korban sempat berhenti di sebuah gerai Indomaret di wilayah Baratan untuk membeli kopi. Ia mengaku tidak melihat adanya gerak-gerik mencurigakan selama perjalanan maupun saat berhenti di lokasi tersebut.

Korban juga tidak menyangka kendaraannya menjadi sasaran pencurian karena mobilnya telah dilengkapi alarm. Namun, perangkat pengaman tersebut tidak berbunyi ketika kaca mobil dipecahkan.

“Saya tidak curiga sama sekali. Mobil juga sudah dilengkapi alarm, tetapi saat kaca sebelah kiri dipecahkan, alarm tidak berbunyi,” katanya.

Mengetahui barang-barangnya hilang, korban meminta bantuan pengurus Masjid Al Ikhlas untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Dari rekaman tersebut, diduga terlihat dua orang datang menggunakan sepeda motor dan membawa barang-barang milik korban.

Rekaman CCTV itu kemudian menjadi salah satu petunjuk awal untuk mengungkap aksi pencurian tersebut. Korban juga melaporkan kejadian itu kepada polisi agar pelaku dapat segera diidentifikasi dan ditangkap.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, membenarkan adanya laporan mengenai dugaan pencurian bermodus pecah kaca mobil di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa.

“Pada Selasa, 27 Oktober 2026, kami menerima informasi dari masyarakat mengenai kejadian pecah kaca mobil di Desa Candijati, Kecamatan Arjasa. Saat kejadian, korban sedang melaksanakan salat Zuhur. Setelah diperiksa, barang-barang di bagian depan mobil sudah tidak ada,” jelas Andry.

Menurut dia, informasi awal mengarah pada dugaan keterlibatan dua orang yang menggunakan sepeda motor. Polisi kini mendalami rekaman CCTV, memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap identitas pihak yang diduga terlibat.

“Kami melakukan penyelidikan dengan memeriksa tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang ada untuk mengarah kepada pelaku. Selanjutnya, kami juga akan melakukan pengejaran,” tegasnya.

Andry menambahkan, pencurian dengan modus memecahkan kaca mobil bukan kali pertama terjadi di wilayah hukum Polres Jember. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, polisi telah mengidentifikasi sebagian pelaku.

Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara kasus-kasus terdahulu dan pencurian di halaman Masjid Al Ikhlas tersebut.

“Di wilayah hukum Jember, kejadian dengan modus yang sama bukan yang pertama kali. Ada beberapa kejadian sebelumnya dan sebagian pelakunya sudah teridentifikasi. Namun, untuk kasus ini, kami masih melakukan pendalaman dan pelacakan terhadap pelaku,” ujarnya.

 

Editor :