KLIKJATIM.Com | Gresik -Menteri Perindustrian M. Sarmuji mendorong PT Petrokimia Gresik memasok soda ash untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri kaca PT Xinyi Glass Indonesia di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan industri terhadap bahan baku impor sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Sarmuji menyampaikan hal tersebut saat meninjau operasional pabrik Xinyi Glass di kawasan JIIPE, Jumat (16/10/2026). Ia mengungkapkan, sekitar 80 persen kebutuhan bahan baku perusahaan telah dipenuhi dari dalam negeri. Sementara itu, 20 persen sisanya, berupa soda ash, masih harus didatangkan dari luar negeri.
“Dari sisi bahan baku, mereka sudah 80 persen menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Hanya 20 persen yang belum bisa diambil dari dalam negeri, yaitu soda ash,” kata Sarmuji.
Menurutnya, keberadaan produksi soda ash di dalam negeri menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhan industri kaca tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan impor. PT Petrokimia Gresik menjadi salah satu sumber pasokan domestik yang diharapkan dapat mendukung kebutuhan bahan baku Xinyi Glass.
Jika pasokan soda ash lokal dapat memenuhi kebutuhan volume dan spesifikasi industri, Xinyi Glass berpeluang menyerap produk tersebut untuk mendukung kegiatan produksinya. Selain menekan ketergantungan impor, kerja sama ini juga berpotensi memperkuat keterkaitan antara industri kimia dan manufaktur nasional.
Sarmuji menilai, optimalisasi bahan baku dalam negeri penting untuk meningkatkan kemandirian industri sekaligus memperbesar nilai tambah ekonomi di Indonesia. Dengan rantai pasok yang semakin terintegrasi, kebutuhan industri dapat dipenuhi melalui kerja sama antarpelaku usaha domestik.
Di sisi lain, Xinyi Glass juga memiliki jangkauan pasar internasional. Produk kaca perusahaan tersebut disebut telah dipasarkan ke 45 negara.
“Yang lebih hebat lagi, produksi Xinyi ini menguasai 45 negara. Kita bangga karena produk dalam negeri bisa masuk pasar ekspor dan diambil oleh 45 negara,” ujar Sarmuji.
Selain mendorong penggunaan bahan baku lokal, pemerintah turut menyoroti kontribusi Xinyi Glass terhadap perekonomian daerah. Sekitar 70 persen tenaga kerja perusahaan disebut berasal dari Kabupaten Gresik, sehingga keberadaan industri ini turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Sarmuji juga menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola kawasan industri, pemerintah daerah, dan masyarakat agar investasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal.
Upaya mendorong pasokan soda ash dari Petrokimia Gresik ke Xinyi Glass menjadi bagian dari penguatan keterhubungan industri dalam negeri. Apabila kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara kompetitif dari sumber domestik, peluang substitusi impor sekaligus penguatan daya saing manufaktur nasional semakin terbuka.
Editor : Wahyudi