klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Burung Murai Milik Kades Jebung Bondowoso Raib Digondol Maling

avatar Abdus Syukur
  • URL berhasil dicopy
Aksi pencuri burung murai milik Kades Jebung Bondowoso terekam kamera CCTV
Aksi pencuri burung murai milik Kades Jebung Bondowoso terekam kamera CCTV

KLIKJATIM.Com | Bondowoso  - Seekor burung murai batu beserta sangkarnya milik Kepala Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, diduga dicuri dua orang pelaku pada Rabu, 7 Oktober 2026 dini hari. Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar di media sosial.

Kepala Desa Jebung Lor, Daniel Andre Tanoko, mengatakan pencurian diketahui saat dirinya hendak mengecek burung peliharaannya pada pagi hari. Namun, burung yang selama ini dirawatnya sudah tidak berada di tempat.

Daniel bersama keluarga kemudian memeriksa rekaman CCTV di sekitar rumah. Dari rekaman tersebut terlihat dua orang yang diduga sebagai pelaku datang menggunakan sepeda motor dan beraksi sekitar pukul 02.30 WIB.

“Setelah patroli desa, makan sebentar, lalu main dom sebentar. Sekitar jam 02.15 anak-anak buyar (pulang), lalu jam 02.30 WIB dieksekusi. Cepat sekali, paling cuma 10 menitan,” ujar Daniel, Kamis, 8 Oktober 2026.

Ia menduga kedua pelaku telah mengawasi kondisi sekitar rumahnya sejak tengah malam. Dalam rekaman CCTV, kedua pelaku terlihat beberapa kali mencoba mengambil sangkar yang berada di area rumah.

Pelaku pertama yang mengenakan pakaian hitam dan menutup wajah menggunakan kain berwarna oranye sempat memanjat tembok. Namun, ia turun kembali dan bersembunyi di lokasi yang gelap.

Tak lama kemudian, rekannya yang mengenakan pakaian abu-abu mencoba mengambil sangkar tersebut. Setelah sempat mengalami kesulitan, pelaku akhirnya berhasil membawa burung murai batu beserta sangkarnya pada percobaan berikutnya.

Kedua pelaku kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor sambil membawa burung hasil curian.

Daniel mengatakan burung tersebut awalnya dibelinya dengan harga sekitar Rp6 juta. Nilainya kemudian meningkat karena kerap menjuarai berbagai kompetisi burung berkicau.

“Terakhir sempat ditawar Rp25 juta,” jelasnya.

Meski mengalami kerugian, Daniel mengaku tetap berusaha menyikapi kejadian tersebut dengan lapang dada. Ia bahkan tidak mempermasalahkan apabila burung tersebut dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarga pelaku.

Namun, ia mengaku khawatir apabila hasil pencurian justru digunakan untuk keperluan yang tidak baik. Selain itu, hingga kini dirinya belum mengetahui identitas maupun motif kedua pelaku.

Karena itu, Daniel berencana melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Tlogosari agar dapat ditindaklanjuti dan diketahui motif pencurian.

“Rencananya siang ini kami laporkan ke Polsek,” tuturnya.

Editor :