KLIKJATIM.Com | Blitar -Satresnarkoba Polres Blitar Kota mengungkap lima kasus peredaran narkoba dan obat keras berbahaya (okerbaya) dengan lima tersangka. Salah satu kasus yang diungkap berkaitan dengan peredaran pil dobel L yang dikemas dalam paket hemat dengan harga terjangkau.
Waka Polres Blitar Kota Kompol Subiyantana mengatakan, paket hemat pil dobel L tersebut dijual mulai Rp50 ribu per klip dengan isi sekitar 15 hingga 20 butir.
"Kami amankan lima orang pelaku dalam lima kasus peredaran narkoba. Seorang pelaku JE merupakan residivis kasus yang sama, yakni peredaran sabu. Kemudian pelaku BN, SK, SN, dan EP merupakan pengedar okerbaya jenis pil dobel L," kata Subiyantana saat konferensi pers, Rabu (30/9/2026).
Menurut Subiyantana, kelima pelaku menggunakan modus serupa. Mereka membeli narkoba dan pil dobel L dalam jumlah besar, kemudian menjualnya kembali secara eceran atau dengan mengemas ulang dalam jumlah lebih kecil.
Para pelaku disebut memperoleh upah sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Uang tersebut diberikan setelah mereka menempatkan narkoba dan okerbaya di sejumlah titik yang telah ditentukan menggunakan sistem ranjau.
Dalam kasus peredaran sabu, tersangka JE diketahui membeli sekitar 200 gram sabu dari Surabaya. Barang tersebut kemudian akan dijual kembali dalam kemasan eceran dengan ukuran 1 gram, 5 gram, dan 10 gram.
Sementara itu, para tersangka kasus okerbaya membeli lebih dari 1.000 butir pil dobel L dari wilayah Malang dan Tulungagung. Pil tersebut kemudian dikemas ulang dalam jumlah belasan hingga puluhan butir untuk dijual kembali.
"Hal sama dengan peredaran okerbaya jenis pil dobel L ini. Para pelaku membeli lebih dari seribu pil dobel L dari Malang dan Tulungagung. Selanjutnya dikemas dengan isian belasan atau puluhan butir, dijual kembali dengan harga lebih murah," jelasnya.
Untuk paket hemat, pil dobel L dijual mulai Rp50 ribu per bungkus dengan isi sekitar 15 butir. Sementara paket Rp100 ribu berisi sekitar 30 butir.
Polisi menduga penjualan dengan sistem paket hemat tersebut menyasar kalangan muda, termasuk pelajar. Namun, hingga kini polisi belum menemukan indikasi peredaran pil dobel L yang secara khusus menyasar kalangan pelajar.
"Belum ditemukan yang mengarah ke kalangan pelajar. Tapi bisa juga ke situ. Yang jelas kami terus berupaya agar generasi muda kita tidak terpapar narkoba maupun okerbaya lainnya," tegas Subiyantana.
Editor : Ratno