klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Puskesmas Pucuk Hadirkan SULINGBAMBU, Inovasi Suluh Keliling untuk Tekan Kasus DBD

avatar Rozy
  • URL berhasil dicopy
Petugas kesehatan turun langsung ke pemukiman warga untuk memberikan sosialisasi, penyuluhan, serta pembagian leaflet edukasi mengenai pencegahan DBD dan pentingnya Gerakan 3M Plus.
Petugas kesehatan turun langsung ke pemukiman warga untuk memberikan sosialisasi, penyuluhan, serta pembagian leaflet edukasi mengenai pencegahan DBD dan pentingnya Gerakan 3M Plus.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan oleh Puskesmas Pucuk, Kabupaten Lamongan. Melalui inovasi SULINGBAMBU (Suluh Keliling Bawa Ambulans), lembaga pelayanan kesehatan ini menghadirkan langkah promotif dan preventif yang menjangkau warga secara langsung guna memutus rantai penularan DBD.

Dalam praktiknya, petugas kesehatan berkeliling ke pemukiman menggunakan unit ambulans yang dilengkapi pengeras suara untuk menyampaikan edukasi bahaya DBD. Selain imbauan suara, petugas membagikan leaflet edukatif seputar Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Kepala Puskesmas Pucuk, dr. Dwi Yuliartiningsih, menyampaikan bahwa inovasi ini dirancang sebagai respons cepat atas tren kenaikan kasus DBD di wilayah Kecamatan Pucuk, yang tercatat naik dari 25 kasus pada 2021 menjadi 34 kasus pada 2022.

“Pencegahan DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Melalui SULINGBAMBU, edukasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sehingga kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat,” ungkap dr. Dwi Yuliartiningsih.

Ia menambahkan, ancaman DBD kian meningkat menjelang dan selama musim hujan akibat maraknya genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, pendekatan langsung ke tengah warga menjadi krusial.

Dalam strategi dan pelaksanaan SULINGBAMBU dimulai dari edukasi lapangan melalui sosialisasi keliling dan pembagian media informasi kesehatan secara langsung kepada warga.

Dilanjutkan aksi nyata PSN dengan mengajak warga menguras penampungan air, menutup tempat air, dan mendaur ulang barang bekas (3M Plus). Dilanjutkan pemberdayaan kader untuk mendorong pembentukan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) untuk pemantauan lingkungan secara rutin.

Serta mengatur frekuensi kegiatan agar diagendakan berjalan secara berkala, sedikitnya dua kali dalam setahun.

Puskesmas Pucuk optimistis gerakan edukasi yang proaktif ini mampu menekan angka kesakitan akibat DBD secara signifikan.

“Inovasi SULINGBAMBU menjadi bentuk komitmen Puskesmas Pucuk dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin mandiri dan bersama-sama menjaga lingkungan untuk memutus rantai penularan DBD,” tutur dr. Dwi Yuliartiningsih.

Editor :