klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Pemkab Bojonegoro Dorong Masjid Ramah Anak, Takmir Diminta Jangan ‘Serengen’ kepada Bocah

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
kegiatan Pembinaan Standardisasi Masjid Menuju Rumah Ibadah Ramah Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro
kegiatan Pembinaan Standardisasi Masjid Menuju Rumah Ibadah Ramah Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mendorong masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Upaya itu diwujudkan melalui program Rumah Ibadah Ramah Anak (RIRA) yang mulai disosialisasikan kepada para takmir masjid se-Kabupaten Bojonegoro.

Program tersebut dibahas dalam kegiatan Pembinaan Standardisasi Masjid Menuju Rumah Ibadah Ramah Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro di Ruang Angling Dharma, Selasa (23/6/2026).


Ketua Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bojonegoro, Hanafi, menegaskan bahwa anak-anak harus merasa nyaman ketika berada di lingkungan masjid. “Hari ini kita fokus pada fungsi masjid ramah anak. Menjadi takmir masjid itu jangan serengen (marah) kepada anak-anak,” ujarnya di hadapan peserta kegiatan.


Menurut Hanafi, masjid memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar tempat ibadah. Masjid juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan karakter, ruang publik, hingga sarana pemberdayaan masyarakat.


Sementara itu, Kepala DP3AKB Kabupaten Bojonegoro Ahmad Hernowo mengungkapkan bahwa program RIRA menjadi salah satu upaya membangun karakter generasi muda sejak dini.


Ia mengaku prihatin dengan masih tingginya angka kenakalan remaja dan pernikahan usia dini di Bojonegoro. Karena itu, masjid dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi benteng moral anak-anak. “Upayakan anak-anak senang ke masjid dan itu menjadi memori indah bagi mereka. Di era teknologi seperti sekarang, anak-anak perlu diarahkan ke kegiatan yang positif,” kata Ahmad.


Dalam program tersebut, takmir masjid didorong memenuhi sejumlah standar agar dapat menyandang predikat Rumah Ibadah Ramah Anak. Di antaranya menyediakan fasilitas yang aman bagi anak, area khusus belajar dan bermain, bebas dari kekerasan, menerapkan kawasan tanpa rokok, serta meningkatkan pemahaman pengurus mengenai perlindungan anak.


Mewakili Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Sekretaris Daerah Edi Susanto mengatakan bahwa penguatan fungsi masjid ramah anak merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).


Menurutnya, waktu interaksi anak tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga dan sekolah, tetapi juga di ruang-ruang komunal seperti masjid. Karena itu, keberadaan masjid yang ramah anak menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan zaman.


“Masjid dapat menjadi tempat edukasi, pembentukan karakter, sekaligus jaring pengaman sosial bagi anak,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati.


Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak masjid yang mampu menjadi benteng perlindungan anak dari berbagai pengaruh negatif lingkungan maupun media sosial. Selain itu, para takmir juga didorong melakukan evaluasi mandiri dan melibatkan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan masjid yang aman, nyaman, dan ramah bagi generasi muda.
 
 

Editor :