KLIKJATIM.Com | Gresik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak melalui kolaborasi dengan dunia industri.
Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Wisma Kebomas PT Petrokimia Gresik, Senin (22/6/2026). Kedatangan Menteri PPPA disambut Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wakil Bupati Asluchul Alif, jajaran Forkopimda, serta manajemen PT Petrokimia Gresik.
Dalam sambutannya, Arifatul menilai Gresik berhasil menunjukkan kinerja yang membanggakan dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Salah satu indikatornya adalah keberhasilan mempertahankan predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya.
Tak hanya itu, Kabupaten Gresik juga menempati peringkat ketiga nasional dalam Indeks Perlindungan Anak (IPA) dan Indeks Pemenuhan Hak Anak (IPHA), sekaligus menjadi daerah dengan capaian terbaik di Jawa Timur.
“Gresik saat ini berada di peringkat ketiga nasional untuk Indeks Perlindungan Anak dan menjadi yang terbaik di Jawa Timur. Ini capaian yang luar biasa dan semoga dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan,” ujar Arifatul.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada kelompok rentan, terutama perempuan dan anak.
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Masmundari yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga pekerja rentan, termasuk pengemudi ojek online dan pekerja harian. Fasilitas tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan nyata bagi perempuan agar tetap produktif tanpa mengabaikan kebutuhan pengasuhan anak.
Selain itu, Arifatul juga mengapresiasi kepedulian Pemkab Gresik terhadap anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses identitas hingga pendidikan dan layanan kesehatan.
“Belum semua kepala daerah memiliki perhatian terhadap isu-isu seperti ini. Karena itu saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Gresik yang terus menunjukkan komitmen dalam perlindungan perempuan dan anak,” katanya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa status Gresik sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Timur mendorong pemerintah daerah untuk terus membangun sinergi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan yang mendukung perlindungan perempuan dan anak, seperti penyediaan ruang laktasi, pemenuhan hak-hak pekerja perempuan, hingga penerapan lingkungan kerja yang lebih ramah keluarga.
“Sebagai kabupaten industri, kami terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dalam isu perlindungan perempuan dan anak, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja dan kebijakan yang ramah perempuan. Ini menjadi bagian dari budaya yang terus kami bangun di Gresik,” ujar Yani.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, memaparkan sejumlah fasilitas yang disediakan perusahaan untuk mendukung pekerja perempuan. Salah satunya adalah TPA Masmundari yang telah beroperasi sejak 1993 dan tidak hanya melayani anak-anak pegawai perusahaan, tetapi juga masyarakat umum di sekitar kawasan perusahaan.
Dalam rangkaian kunjungannya, Menteri PPPA turut meninjau langsung TPA Masmundari dan berinteraksi dengan anak-anak serta para orang tua yang memanfaatkan layanan tersebut.
Salah seorang ibu yang bekerja sebagai pengemudi ojek online mengaku sangat terbantu dengan keberadaan fasilitas penitipan anak tersebut.
“Saya bisa bekerja dengan lebih tenang karena anak berada di tempat yang aman dan nyaman. Anak saya juga senang berada di sini,” tuturnya.
Menutup kunjungan kerjanya, Arifatul kembali menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Gresik dan PT Petrokimia Gresik atas kolaborasi yang dinilainya berhasil menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi sinergi dan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Petrokimia Gresik. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan menghadirkan lebih banyak program yang bermanfaat bagi perempuan, anak, dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar