KLIKJATIM.Com | Sampang – Dinamika pemotongan anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Sampang untuk terus berpihak pada kesejahteraan petani lokal.
Meski pagu Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dikucurkan untuk sektor pertanian di Kabupaten Sampang pada tahun anggaran 2026 ini mengalami penurunan hingga menyisakan Rp4 miliar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk tidak pesimis dan tetap mengawal keberlanjutan budidaya emas hijau tersebut secara maksimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Suyono, memaparkan bahwa dengan keterbatasan plot anggaran sebesar Rp4 miliar tersebut, pihaknya langsung melakukan langkah strategis dengan menyusun skala prioritas.
'Penyerapan dana tersebut kini difokuskan penuh untuk menjamin keberlanjutan rantai produksi tembakau melalui program pembibitan mandiri, penyediaan paket sarana produksi (saprodi), hingga pengadaan berbagai alat dan mesin pertanian (alsintan) modern yang menunjang efisiensi kerja petani di ladang," ujarnya.
Suyono menambahkan bahwa pengurangan alokasi DBHCHT di tingkat kabupaten pada tahun ini murni merupakan imbas dari kebijakan penurunan pembagian porsi anggaran dari pemerintah provinsi. Kendati ruang fiskal bergerak lebih sempit, otoritas pertanian Sampang menjamin bahwa pos-pos bantuan krusial yang berdampak langsung pada produktivitas masa tanam tidak akan dipangkas secara ekstrem.
"Meskipun ada penurunan anggaran, hal yang tetap kami dorong secara masif adalah program pembibitan tembakau dan penguatan kapasitas ekonomi petani. Kami memastikan berbagai skema bantuan yang disalurkan tetap mengacu pada koridor regulasi yang memang diperbolehkan dalam tata pemanfaatan dana bagi hasil cukai tersebut," terang Suyono saat memberikan keterangan resmi mengenai arah kebijakan pertanian daerah, Kamis (18/6/2026).
Sebagai bentuk implementasi riil di lapangan, Dinas Pertanian dilaporkan telah menyalurkan paket stimulus bantuan operasional kepada 17 Kelompok Tani (Poktan) yang tersebar di wilayah potensial. Belasan kelompok tani pilihan tersebut dipercaya untuk mengelola serta mengembangkan program pembibitan tembakau varietas unggul yang memiliki ketahanan cuaca tinggi dan daya serap pasar yang baik.
Nantinya, seluruh hasil dari sirkulasi pembibitan massal yang dikelola oleh poktan binaan tersebut akan didistribusikan secara merata kepada para petani tembakau di wilayah sekitar guna memangkas biaya modal operasional awal musim tanam.
Di samping menggenjot sektor pemuliaan bibit sejak dini, kucuran dana DBHCHT tahun ini juga diwujudkan dalam bentuk intervensi bantuan sarana fisik serta alsintan pengolahan tanah guna memastikan komoditas tembakau asal Sampang tetap memiliki daya saing kualitas yang tinggi di lantai gudang pabrikan rokok nasional.
Editor : Fatih