klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Proyek Migas Bukit Panjang Masuki Tahap Konstruksi, Target Produksi Gas Dimulai 2028

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Seremoni First Steel Cutting yang digelar oleh PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) di fasilitas Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (Dok/PC Ketapang II Ltd.)
Seremoni First Steel Cutting yang digelar oleh PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) di fasilitas Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. (Dok/PC Ketapang II Ltd.)

KLIKJATIM.Com | Bintan – Pengembangan Lapangan Bukit Panjang di Wilayah Kerja Ketapang memasuki babak baru setelah resmi memasuki tahap fabrikasi fasilitas produksi. Momentum tersebut ditandai dengan seremoni First Steel Cutting yang digelar oleh PC Ketapang II Ltd. (PCK2L) di fasilitas Meitech Korindo Yard, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Dimulainya proses fabrikasi menjadi tindak lanjut atas persetujuan Final Investment Decision (FID) yang diperoleh proyek pada April 2026. Tahapan ini menegaskan keseriusan seluruh pihak dalam mempercepat pengembangan salah satu proyek strategis sektor hulu migas yang berada di lepas pantai Jawa Timur.

Acara tersebut dihadiri Deputi Eksploitasi SKK Migas, Surya Widyantoro, jajaran manajemen PT Meindo Elang Indah selaku kontraktor EPCIC (Engineering, Procurement, Construction, Installation and Commissioning), serta sejumlah pemangku kepentingan industri migas.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa keberhasilan proyek mencapai tahap FID hingga memulai fabrikasi mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap prospek industri hulu migas Indonesia.

Menurutnya, SKK Migas akan terus mengawal pelaksanaan proyek-proyek strategis agar berjalan sesuai jadwal, aman, dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pencapaian target produksi migas nasional.

Djoko berharap proses pengembangan Lapangan Bukit Panjang dapat dipercepat sehingga manfaat produksinya bisa segera dirasakan. Lapangan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan tambahan kondensat sekitar 1.000 barel per hari (BOPD) dan LPG sebesar 189 metrik ton per hari atau setara sekitar 2.170 barel setara minyak per hari (BOEPD).

Selain itu, Lapangan Bukit Panjang juga diperkirakan memiliki kapasitas produksi puncak hingga 50 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Produksi dari lapangan ini nantinya akan terhubung dengan infrastruktur yang telah tersedia di Lapangan Bukit Tua yang beroperasi sejak 2015 di Wilayah Kerja Ketapang.

Presiden Direktur PCK2L, Yuzaini Md Yusof, mengatakan pengembangan Lapangan Bukit Panjang merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memaksimalkan nilai aset melalui penerapan teknologi yang efisien dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia dan SKK Migas yang dinilai berperan penting dalam mendorong kelancaran pengembangan proyek tersebut.

PCK2L merupakan bagian dari Searah Limited, perusahaan patungan yang dibentuk oleh PETRONAS dan Eni dengan komposisi kepemilikan masing-masing sebesar 50 persen. Perusahaan yang berdiri pada 1 Juni 2026 itu mengelola berbagai aset migas strategis di Indonesia dan Malaysia dengan fokus pada pengembangan gas dan energi berkelanjutan.

Wilayah Kerja Ketapang menjadi salah satu aset utama dalam portofolio Searah. Secara keseluruhan, perusahaan tersebut mengelola 19 aset gas yang telah berproduksi maupun masih dalam tahap pengembangan di kedua negara.

Dengan target mulai berproduksi pada 2028, Lapangan Bukit Panjang diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan energi, khususnya untuk kawasan Jawa Timur dan Indonesia secara umum.

Editor :