KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro mulai melakukan akselerasi bisnis dengan merambah sektor hilir. Tak lagi sekadar mengelola layanan air bersih, perusahaan pelat merah tersebut kini bersiap meluncurkan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dengan merek dagang “Banyunem”.
Inovasi ini ditargetkan mulai menyapa publik pada tahun 2026. Saat ini, pihak manajemen tengah merampungkan seluruh proses perizinan agar produk tersebut memenuhi standar edar.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana, M. Khairul Anwar, menjelaskan bahwa untuk tahap awal, pihaknya akan menempuh jalur kerja sama melalui skema makloon dengan PDAM Kabupaten Jombang. Langkah ini diambil untuk mengefisiensi operasional di masa rintisan.
“Untuk sementara, produksinya dilakukan di Jombang. Kita memanfaatkan peralatan dan fasilitas yang ada di sana terlebih dahulu,” ujar Khairul saat ditemui pada Selasa (5/5/2026).
Namun, ketergantungan ini bersifat sementara. Khairul menegaskan bahwa dalam satu hingga dua tahun ke depan, Perumda menargetkan pembangunan fasilitas produksi mandiri yang rencananya akan dipusatkan di kawasan Mata Air Sumberarum.
Terkait distribusi, pihaknya membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya, termasuk rencana menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lain di Bojonegoro. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat penetrasi pasar "Banyunem" di tingkat lokal maupun regional.
Meski fokus mengembangkan lini bisnis baru, Perumda Tirta Buana memastikan komitmen utamanya dalam penyediaan air bersih tidak akan kendor. Pada tahun 2026, perusahaan mematok target ambisius yakni penambahan 8.000 Sambungan Rumah (SR) baru.
Target tersebut merupakan eskalasi dari program tahun 2025 yang menargetkan 6.000 SR. Berdasarkan data terbaru, total pelanggan PDAM Bojonegoro kini telah menyentuh angka 50.350 SR, dengan fokus pengembangan infrastruktur di wilayah Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru, dan Temayang.
Peningkatan layanan ini ditopang oleh operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Wedoro yang memanfaatkan suplai dari Waduk Gongseng. Saat ini, IPA tersebut beroperasi dengan kapasitas 80 liter per detik (lpd) dari total kapasitas terpasang sebesar 180 lpd.
Fasilitas ini didukung oleh jaringan pipa sepanjang 121,7 kilometer dan telah melayani sekitar 4.000 pelanggan di tiga kecamatan yang selama ini rawan krisis air.
Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa optimalisasi IPA Wedoro adalah solusi strategis jangka panjang.
“IPA Wedoro ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan air bersih, terutama di wilayah-wilayah yang sering terdampak kekeringan saat musim kemarau,” pungkasnya.
Editor : Fatih