klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Program Air Bersih PLN Ubah Wajah Ciaruteun Ilir, dari Krisis Air Bersih Menjadi Harapan

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Anak-anak memanfaatkan air bersih. (Dok)
Anak-anak memanfaatkan air bersih. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Bogor - Matahari baru merangkak naik di ufuk timur Desa Ciaruteun Ilir, Kabupaten Bogor. Sejumlah warga RW 05 berjalan tergesa sambil membawa ember kosong yang saling beradu. Bukan untuk berolahraga, melainkan mencari air—kebutuhan dasar yang semestinya mudah diakses.

Di desa ini, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan perjuangan. Dari perbincangan dengan warga, kisah yang muncul hampir serupa: perjalanan panjang setiap hari, waktu yang terbuang, hingga kecemasan yang datang setiap musim kemarau. Namun, yang paling membekas adalah cerita tentang anak-anak.

Sekolah yang seharusnya menjadi tempat tumbuhnya mimpi justru dihadapkan pada keterbatasan air. Saat kemarau, setiap siswa diwajibkan membawa sebotol air dari rumah. Ironisnya, air tersebut bukan untuk diminum, melainkan sebagai “cadangan” untuk mencuci tangan atau menggunakan toilet.

Krisis air ini mengganggu proses belajar. Tak sedikit siswa terpaksa menahan kebutuhan dasar selama jam pelajaran. Bahkan, beberapa harus pulang ke rumah hanya untuk buang air karena fasilitas sekolah tidak memadai. Kondisi ini menjadi ancaman nyata bagi masa depan mereka.

Berangkat dari situasi tersebut, program “Menjaga Air untuk Bumi yang Tangguh” dihadirkan oleh PLN. Pendekatan dilakukan dengan mendengarkan dan berdiskusi bersama warga, hingga akhirnya dibangun lima titik sumur bor di RW 05. Prosesnya tidak mudah, namun menjadi langkah nyata menghadirkan perubahan.

Momen paling berkesan terjadi saat sumur bor mulai berfungsi. Warga berkumpul dengan penuh harap, mencoba sumber air baru yang kini hadir lebih dekat. Senyum dan rasa lega pun tak terbendung.

Salah satu warga, Ibu Mumul, mengungkapkan bahwa kini ia tidak perlu lagi berjalan jauh untuk mendapatkan air. “Sekarang sumber air sudah dekat, jadi tidak perlu seperti dulu,” ujarnya.

Perubahan juga dirasakan di sekolah. Anak-anak tidak lagi harus membawa air khusus untuk kebutuhan sanitasi. Mereka dapat mencuci tangan dan menggunakan fasilitas dengan lebih layak tanpa rasa khawatir.

Program ini telah memberi manfaat bagi ratusan kepala keluarga di RW 05. Lebih dari itu, kehadiran sumber air baru telah mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari—dari yang sebelumnya penuh keterbatasan, kini memiliki ruang untuk berkembang dan menatap masa depan dengan harapan. 

Editor :