KLIKJATIM.Com | Gresik -Sepanjang 2025, kinerja kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), dengan lonjakan pendapatan signifikan yang mencerminkan kuatnya permintaan lahan dan utilitas di kawasan tersebut.
Segmen kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) mencatatkan pendapatan Rp2,55 triliun, melonjak 113% YoY. Pendapatan ini terdiri dari penjualan tanah Rp1,82 triliun serta pendapatan dari listrik dan utilitas lainnya sebesar Rp727,03 miliar. Keduanya masing-masing naik 107,50% YoY dan 128,52% YoY.
Sepanjang tahun 2025, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) membukukan total pendapatan Rp46,02 triliun. Angka ini tumbuh 18,82% YoY dari Rp38,73 triliun, sebagaimana disampaikan perseroan dalam laporan keuangan diaudit yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Perseroan mengungkapkan, sebesar 89% total pendapatan didapat dari segmen usaha perdagangan dan distribusi yang naik 16,27% YoY menjadi Rp41,31 triliun. Segmen ini terdiri dari pendapatan dari BBM Rp34,01 triliun serta kimia dasar dan lainnya sebesar Rp7,30 triliun. Masing-masing naik 17,56% YoY dan 10,65% YoY.
Sementara itu, segmen usaha pabrikan memberikan kontribusi pendapatan Rp464,36 miliar atau turun 28,75% YoY, dan segmen jasa logistik sebesar Rp1,41 triliun atau meningkat 30,50% YoY.
Secara total, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan AKRA meningkat 18,92% YoY menjadi Rp45,73 triliun. Sementara, pendapatan sewa juga tumbuh 4,98% YoY menjadi Rp285,93 miliar.
Di sisi lain, beban pokok penjualan dan pendapatan mampu dikontrol sehingga hanya tumbuh 19,02% YoY menjadi Rp41,92 triliun. Alhasil laba bruto AKRA pada 2025 menguat 16,78% YoY menjadi Rp4,09 triliun. Dari sisi bottom line, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih naik 11,12% YoY menjadi Rp2,47 triliun.
Bila menghitung rasio seberapa efektif perseroan meraup laba bersih dari pendapatan yang didapat, net profit margin (NPM) AKRA berada di level 5,37%, sedikit turun dari 5,75% pada periode sebelumnya.
Menilik neraca keuangan, total aset AKRA tercatat Rp36,56 triliun atau tumbuh 10,43% YoY. Liabilitas mencapai Rp20,95 triliun atau naik 13,35% YoY, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp15,84 triliun dan jangka panjang Rp5,12 triliun yang masing-masing meningkat 17,71% YoY dan 1,68% YoY. Sementara itu, debt to equity ratio (DER) berada di level 1,34 kali, naik dari 1,26 kali pada periode sebelumnya.
Editor : Wahyudi