KLIKJATIM.Com | Surabaya -Direktur Utama Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan pemerintah dalam menghadapi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino dengan memperkuat strategi mitigasi dan cadangan beras nasional.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi potensi El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Jadi kami sudah antisipasi terkait dengan kemarin adanya informasi dari BMKG kemungkinan besar di pertengahan tahun akan terjadi El Nino," ujarnya saat ditemui di Pasar Wonokromo, Surabaya, Sabtu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, upaya mitigasi dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional.
"Nah El Nino ini kami kemarin sudah rapat dengan Kementerian Pertanian, dibimbing Pak Mentan langsung mengantisipasi dan memitigasi terkait ancaman tersebut," jelasnya.
Menurutnya, sejumlah langkah konkret telah disiapkan, mulai dari pemberian kompensasi hingga penambahan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna memastikan produktivitas tidak terganggu.
"Solusinya di antaranya dari Kementerian Pertanian akan menambahkan kompensasi kemudian juga memberikan tambahan alsintan, sehingga harapannya tingkat produksi tidak menurun, bahkan berpotensi meningkat," tegasnya.
Rizal menambahkan, potensi El Nino tidak sepenuhnya berdampak negatif, terutama karena periode tersebut bertepatan dengan puncak panen padi di sejumlah wilayah.
"Karena di bulan-bulan tersebut adalah puncak-puncaknya panen padi. Nah kalau panen padi itu malah kita senang yang kering, karena hasilnya jadi lebih bagus," katanya.
Dari sisi pengadaan, Bulog juga menunjukkan kinerja positif dalam menyerap hasil produksi petani. Hingga saat ini, realisasi pengadaan beras nasional telah melampaui 35 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
"Pengadaan sekarang sudah mencapai di atas 35 persen dari target 4 juta ton yang diperintahkan Bapak Presiden kepada Bulog untuk menyerap beras tersebut," ungkapnya.
Langkah ini, lanjutnya, juga menjadi bagian dari strategi mitigasi untuk menghadapi risiko kemarau panjang, dengan memastikan cadangan beras tetap aman dan mencukupi.
Tak hanya itu, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini juga mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, yakni mencapai 4,4 juta ton setara beras. "Ini adalah stok tertinggi. Tahun lalu tertinggi 4,2 juta ton, sekarang sudah melampaui," jelas Rizal.
Ia pun optimistis angka tersebut masih akan terus meningkat dalam waktu dekat, seiring dengan berlanjutnya masa panen di berbagai daerah. "Prediksi kami akhir April atau masuk Mei bisa tembus sekitar 5 juta ton," pungkasnya optimistis.
Editor : Wahyudi