klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Puluhan Warga Dilarikan ke RSUD dr Soewandi Surabaya Karena Keracunan Makanan

avatar Muhammad Nurkholis
  • URL berhasil dicopy
Petugas PBD Kota Surabaya saat membawa warga yang keracunan di Sidodadi Simokerto Surabaya
Petugas PBD Kota Surabaya saat membawa warga yang keracunan di Sidodadi Simokerto Surabaya

KLIKJATIM.Com | Surabaya  - Puluhan warga Sidodadi, Simokerto Surabaya diduga keracunan setelah mengonsumsi nasi berkat yang dibagikan dalam acara peringatan tujuh hari (tahlilan).

Dari sekitar 70 orang yang hadir, sebanyak 26 orang dilaporkan mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan.

“Mereka yang mengalami keluhan langsung dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis,” tambah Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur.

Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kemungkinan adanya kandungan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi warga.

Ketua RT setempat, Arif. Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah banyak warganya mengeluhkan kondisi kesehatan yang sama dalam waktu hampir bersamaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, menyampaikan bahwa dari total korban, empat orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan 18 lainnya hanya membutuhkan penanganan rawat jalan.

Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik, mengungkapkan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Informasi tersebut masuk setelah sejumlah warga mengeluhkan gejala serupa yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan.

“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan pengecekan ke kelurahan, puskesmas, dan RSUD Dr. M. Soewandhie. Dari hasil pengecekan, terdapat sekitar empat orang yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut,” jelasnya saat ditemui di Mapolsek Simokerto.

Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut masih belum dapat dipastikan. Pihak kepolisian saat ini masih mendalami kemungkinan adanya kandungan berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi warga.

Editor :