klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Dugaan Bullying Pelajar di Jember Libatkan Siswa Lintas Sekolah, Polisi Dalami Motif dan Peran Terduga Pelaku

avatar Muhammad Hatta
  • URL berhasil dicopy
Tangkapan layar video korban saat mengalami dugaan perundungan (Ist)
Tangkapan layar video korban saat mengalami dugaan perundungan (Ist)

KLIKJATIM.Com | Jember – Kasus dugaan perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa kelas 1 SMA di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, belum menemui titik terang. Meski demikian, proses penanganan masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Peristiwa ini diduga melibatkan sejumlah pelajar lintas jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Aparat kepolisian kini masih mendalami motif serta peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 10 terduga pelaku yang diduga terlibat. Mereka berasal dari beberapa sekolah berbeda di wilayah Kecamatan Jombang dan Kencong. Sementara korban diketahui merupakan siswa dari SMA di Kecamatan Jombang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Sosial Jember, Sugeng Riyadi, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan pendampingan psikologis terhadap korban maupun para terduga pelaku yang masih berusia di bawah umur.

“Untuk proses hukum menjadi kewenangan kepolisian. Sementara kami fokus pada pendampingan, khususnya kondisi psikis korban,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan bersama Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) serta pekerja sosial. Tidak hanya korban, para terduga pelaku juga mendapatkan pendampingan serupa.

“Sekitar 10 terduga pelaku sudah kami dampingi bersama korban di Polsek Jombang,” jelasnya, Kamis (2/4/2026).

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jember serta Cabang Dinas Pendidikan (Bakorwil) Jawa Timur, mengingat para pelaku berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda.

“Untuk siswa SMP berada di bawah Dispendik, sedangkan SMA di bawah Bakorwil. Penanganannya dilakukan secara sinergis lintas instansi,” tambahnya.

Terkait kronologi, dugaan sementara peristiwa ini dipicu oleh persoalan komunikasi melalui pesan suara (voice note) di ponsel. Namun demikian, motif pasti masih dalam tahap penyelidikan.

“Informasi awal menyebutkan dipicu Voice Note (VN) di HP, tapi kepastiannya masih kami dalami karena informasinya belum utuh,” ungkap Sugeng.

Ia juga menyebut, para terduga pelaku diduga memiliki hubungan lama dengan korban.

“Informasinya, dulu pernah satu SMP, namun kini sudah berbeda sekolah,” katanya.

Secara fisik, korban dilaporkan hanya mengalami luka ringan berupa lebam. Namun, dampak psikologis menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus ini.

“Ada lebam ringan, tidak parah. Tapi trauma tetap menjadi perhatian, sehingga kami libatkan psikolog dalam pendampingan,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, menyampaikan bahwa kasus ini masih ditangani di tingkat Polsek. Belum dilimpahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Jember.

“Penanganan masih berada di Polsek Jombang. Kami dari Polres melakukan pendampingan dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Hingga kini, aparat kepolisian terus mendalami kasus tersebut secara menyeluruh. Penanganan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai pihak, mengingat seluruh yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur.

Editor :