klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Sampah Menggunung di Pusat Kota, DPRD Sumenep Desak DLH Bertindak Cepat

avatar Hendra
  • URL berhasil dicopy
KOTOR: Tumpukan sampah rumah tangga menggunung di bahu Jalan Doktor Cipto, Desa Kolor, Sumenep, mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan (M.Hendra.E/Klikjatim.com)
KOTOR: Tumpukan sampah rumah tangga menggunung di bahu Jalan Doktor Cipto, Desa Kolor, Sumenep, mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan (M.Hendra.E/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Tumpukan sampah rumah tangga terlihat menggunung di bahu Jalan Doktor Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura. Kondisi ini memicu keluhan warga dan pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Kantong-kantong plastik berisi limbah domestik tampak menumpuk di tepi jalan tanpa penanganan. Bau tidak sedap pun menyebar, terutama saat cuaca panas, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, posisi sampah berada di sisi jalan utama dengan arus lalu lintas cukup padat. Selain merusak pemandangan, tumpukan tersebut juga memakan sebagian bahu jalan dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pada malam hari saat jarak pandang terbatas.

Rahmat (45), warga setempat, mengatakan sampah tersebut sudah beberapa hari tidak diangkut petugas. Ia mengaku khawatir karena baunya semakin menyengat.

“Baunya menyengat. Ini jalan umum, banyak orang lewat setiap hari. Seharusnya cepat diangkut,” ujarnya, Kamis (2/4).

Keluhan serupa disampaikan Siti (32), pengguna jalan yang rutin melintas di kawasan itu. Menurutnya, posisi sampah yang meluber hingga mendekati badan jalan berisiko memicu kecelakaan.

“Kalau malam lebih berbahaya. Sampahnya sudah dekat badan jalan, takut pengendara menghindar lalu oleng,” katanya.

Kritik juga datang dari Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep segera mengambil langkah konkret atas persoalan tersebut.

“Masalah sampah ini harus direspons serius oleh DLH Sumenep, jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

Menurut Muhri, kondisi tersebut telah berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Ia juga menegaskan agar keterbatasan sumber daya manusia tidak dijadikan alasan lambannya penanganan.

“Jangan beralasan kekurangan personel. Yang ada harus dimaksimalkan. DLH harus responsif dan tanggap,” ujarnya.

Ia turut menyinggung sikap sejumlah pejabat yang dinilai sulit dihubungi saat muncul persoalan di masyarakat. Menurutnya, pejabat publik harus terbuka terhadap kritik dan aspirasi warga.

“Pejabat tidak boleh sulit dikonfirmasi. Warga berhak menyampaikan kritik dan masukan,” tandasnya.

Muhri menambahkan, persoalan sampah kini bukan lagi isu sepele, melainkan telah menjadi masalah nasional yang membutuhkan respons cepat dari instansi terkait.

“Sampah sudah menjadi persoalan nasional. Apalagi ini terjadi di pusat kota, tentu sangat mengganggu dan merusak wajah daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Sumenep, Anwar Syahroni, serta Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Deddy Surya, belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.

Upaya konfirmasi melalui telepon dan pesan singkat telah dilakukan, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak terkait.

Editor :