klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SIG Jaga Kinerja Positif 2025, Transformasi Bisnis Dorong Profitabilitas di Tengah Lesunya Industri

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Aktivitas di Gudang SIG (Dok)
Aktivitas di Gudang SIG (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membukukan kinerja keuangan konsolidasian tahun 2025 yang tetap positif di tengah perlambatan industri bahan bangunan. Berdasarkan laporan audited, perusahaan mencatat volume penjualan sebesar 37,93 juta ton dengan pendapatan mencapai Rp35,24 triliun.

Dari sisi profitabilitas, SIG mencatat EBITDA sebesar Rp4,49 triliun, laba sebelum pajak Rp602 miliar, serta laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp191 miliar. Sementara itu, beban pokok pendapatan tercatat Rp28,17 triliun.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025. Transformasi tersebut berfokus pada tiga strategi utama, yakni penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.

Menurutnya, implementasi strategi tersebut mulai menunjukkan hasil positif pada kuartal III dan IV 2025, ditandai dengan perbaikan penjualan domestik yang turut menopang kinerja sepanjang tahun.

Selain memperkuat pasar dalam negeri, SIG juga mengoptimalkan potensi pasar regional guna menjaga kinerja di tengah tekanan pasar domestik. Sepanjang 2025, penjualan regional mencapai 7,95 juta ton, tumbuh 14,3 persen secara tahunan dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,96 juta ton.

Dari sisi efisiensi, perusahaan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3 persen serta beban usaha (di luar beban operasi lainnya) turun 1,1 persen secara year on year. Penerapan tata kelola keuangan yang baik juga mendorong penurunan biaya keuangan bersih hingga 32,7 persen, memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih adaptif terhadap dinamika industri. Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas di tengah pasar semen domestik yang masih melambat,” ujar Vita Mahreyni.

Ke depan, SIG optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan melalui berbagai inovasi dan langkah strategis, salah satunya pengembangan dermaga serta fasilitas produksi untuk ekspor semen di Tuban, Jawa Timur. Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation.

SIG menargetkan ekspor dari fasilitas tersebut mulai berjalan pada pertengahan 2026 dengan kapasitas 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun. Selain ekspor, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan lini bisnis stabilisasi tanah (soil stabilization) guna membuka peluang pasar baru di sektor konstruksi.

Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Selain kinerja keuangan, SIG juga menunjukkan peningkatan pada aspek keberlanjutan. Pada 2025, intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 berhasil ditekan menjadi 561 kg CO₂ per ton cement equivalent, atau turun 21 persen dibandingkan baseline 2010.

Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 juga menurun menjadi 57 kg CO₂ per ton cement equivalent, atau turun 15 persen dibandingkan baseline 2019.

Capaian tersebut didorong oleh peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif seperti biomassa, refuse-derived fuel (RDF), dan limbah industri. SIG juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui pemanfaatan panel surya serta teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG).

Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif mencapai 681.567 ton, meningkat dari 550.085 ton pada 2024. Sementara itu, tingkat substitusi energi panas naik menjadi 9,77 persen dari sebelumnya 7,56 persen.

“Bagi SIG, kinerja keberlanjutan sama pentingnya dengan kinerja bisnis. Keduanya berjalan beriringan dan saling memperkuat. Komitmen ini menjadi keunggulan kompetitif yang membuat SIG lebih adaptif dan berdaya saing,” pungkas Vita Mahreyni.

Editor :