KLIKJATIM.Com | Surabaya – Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada awal tahun 2026. Berdasarkan catatan Stockbit Sekuritas (Dipublikasikan pada 27 Maret 2026) yang mengutip laporan bulanan Bank Jatim, laba bersih bank only Bank Jatim (BJTM) selama dua bulan pertama 2026 (2M26) mencapai Rp205 miliar, atau tumbuh 43 persen secara tahunan (year on year).
Pada Februari 2026 saja, laba bersih Bank Jatim tercatat sebesar Rp93 miliar, meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY), meski mengalami penurunan 17 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month).
Kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) yang tumbuh 12 persen YoY pada Februari 2026 dan naik 22 persen YoY secara kumulatif selama 2M26. Peningkatan ini sejalan dengan efisiensi biaya operasional (opex) yang turun 7 persen secara tahunan pada kedua periode.
Penurunan beban operasional terutama berasal dari berkurangnya beban tenaga kerja, yang tercatat turun 14 persen YoY pada Februari dan 11 persen YoY selama dua bulan pertama 2026.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) mengalami pertumbuhan moderat, masing-masing naik 1 persen YoY pada Februari dan 6 persen YoY secara kumulatif 2M26. Di sisi lain, beban provisi meningkat 16 persen YoY pada Februari dan 11 persen YoY sepanjang dua bulan pertama tahun ini.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BJTM tercatat tumbuh 2 persen secara tahunan hingga Februari 2026.
Secara keseluruhan, kinerja awal tahun ini menunjukkan fundamental yang cukup terjaga, dengan kombinasi pertumbuhan laba yang kuat dan efisiensi biaya operasional, meskipun tekanan dari kenaikan beban provisi masih menjadi perhatian.
Editor : Abdul Aziz Qomar