KLIKJATIM.Com | Merauke – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melakukan langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik di wilayah Papua Selatan. Perwakilan Bappenas meninjau langsung operasional Pelabuhan Merauke guna membahas rencana pembangunan depo peti kemas di luar area pelabuhan demi meningkatkan efisiensi arus barang, Minggu (8/3/2026).
Peninjauan lapangan yang dilakukan pada Jumat (6/3) lalu ini dipimpin oleh perwakilan Bappenas, Adi Perdana. Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Kantor KSOP Kelas IV Merauke Julivan Ch. L. Salindeho, manajemen PT Pelindo Terminal Petikemas (TPK) Merauke, perwakilan perusahaan pelayaran, serta Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Kepala Kantor KSOP Kelas IV Merauke, Julivan Ch. L. Salindeho, mengungkapkan bahwa koordinasi antar-stakeholder di Pelabuhan Merauke selama ini sudah berjalan sangat baik. Namun, ia menekankan perlunya fasilitas tambahan untuk mengimbangi volume logistik yang terus tumbuh.
“Upaya optimalisasi operasional sudah dilakukan bersama seluruh stakeholder kepelabuhanan. Namun, salah satu kebutuhan utama yang masih perlu diwujudkan adalah keberadaan depo peti kemas di luar area pelabuhan,” ujar Julivan di sela-sela peninjauan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC ALFI/ILFA Merauke, Abi Bakri Alhamid, menilai keberadaan depo di luar pelabuhan akan memberikan fleksibilitas tinggi dalam penanganan kontainer. Menurutnya, fasilitas tersebut penting agar aktivitas logistik di dalam dermaga tidak mengalami penumpukan (kongesti).
Dukungan juga datang dari sektor swasta. Kepala PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Puji Hermoko, berharap rencana ini segera terealisasi karena akan berdampak langsung pada efisiensi pelayanan kapal.
"Kami berharap pengembangan fasilitas pendukung ini segera terwujud agar arus barang dari dan menuju Merauke semakin lancar," tuturnya.
Dalam rapat koordinasi usai peninjauan, muncul dua opsi lokasi potensial untuk pembangunan depo tersebut. Pertama, kawasan Pelabuhan Perikanan dengan luas lahan sekitar 3,8 hektar. Kedua, lahan milik Pelindo seluas 1,7 hektar yang terletak di belakang kantor Pelindo. Selain lahan, rencana pembangunan akses jalan menuju lokasi depo juga menjadi poin krusial yang dibahas.
Dari sisi operator, Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
“TPK Merauke akan terus memperkuat peralatan operasional dan infrastruktur guna mendukung kelancaran aktivitas logistik di Pelabuhan Merauke,” tegas Rasul.
Rencana besar ini mendapat lampu hijau dari Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perhubungan. Hasil peninjauan dan rapat koordinasi ini nantinya akan dilaporkan kepada pimpinan Bappenas sebagai bahan pertimbangan kebijakan pusat dalam mempercepat penanganan kendala operasional di gerbang ekonomi Papua Selatan tersebut.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, penguatan sistem logistik diharapkan tidak hanya memperlancar distribusi barang, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Papua Selatan.
Editor : Fatih